Senin, 23/12/2013 17:44 WIB | Dibaca: 2909 kali

Proyek Perumahan Nyaris Makan Korban, Rumah Warga Tertimbun Longsor


Ruah Warga tertimpa longsoran proyek perumahan Pesona Mustika Asri Punggelan

BANJARNEGARA - Pembangunan perumahan Pesona Mustika Asri, di Jalan Punggelan, Desa Sidarata, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara nyaris memakan korban. Satu rumah warga, Wawan (34) warga Sipranji, Desa Sidarata, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara rusak berat tertimbun material bangunan yang longsor, Jumat (19/12/2013) lalu.

Hingga Senin (23/12/2013) siang, masih terlihat aktivitas membersihkan material longsor, menggunakan alat berat. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun, kerugian diperkirakan hingga ratusan juta rupiah. Bagian dapur dan ruang tamu hancur dan keretakan parah hingga bagian depan rumah. Sejak kejadian, penghuni rumah terpaksa mengungsi.

Menurut Wawan, longsor yang menimbun rumahnya terjadi Jumat (19/12/2013) sekitar Pukul 05.00 WIB. Saat itu dirinya masih berada di Jakarta untuk urusan pekerjaan dan yang berada di rumah Istrinya, Azizah (25) dan kedua anaknya, Afi (7) dan Afghan (5).

Sejak Kamis (19/12/2013) siang, kata Wawan, sudah turun hujan hingga sabtu pagi. Sebelum kejadian, seperti kebiasaan sehari-hari istrinya Azizah, bangun pagi untuk menyiapkan susu untuk kedua anaknya. Namun, sebelum ke dapur, tiba-tiba Azizah mendengar suara mencurigakan.

"Istri saya mendengar suara bergemuruh, dan tiba-tiba rumah tertimpa material dari atas perumahan. Istri saya kontan berteriak minta tolong, namun karena masih pagi buta, banyak warga belum bangun. Bahkan istri saya mengevakuasi dua anak kami, melalui jendela kamar. Beruntung waktu itu istri saya belum ke dapur, karena biasanya ke dapur jam-jam segitu, coba kalau dia di dapur?" kata Wawan kepada jogjakartanews.com.

Terlait kerugian yang dideritanya, Wawan berharap, pihak pengembang perumahan bertanggungjawab. Sebab, kata dia, akibat kejadian tersebut banyak harta bendanya yang rusak dan keluarganya terpaksa mengungsi di rumah orang tuanya.

"Katanya mau bertanggungjawab, namun katanya masih menunggu pimpinan dari Yogyakarta," pungkas wawan.

Sementara, hingga berita ini diterbitkan,  pihak kontraktor atau pengembang perumahan belum bisa dihubungi. (bom)

Redaktur: Sarifudin

 


 





Baca Juga