Senin, 05/05/2014 13:20 WIB | Dibaca: 1348 kali

Sejumlah Siswa Mengaku Bingung Mengerjakan Soal UN SMP


Suasana Pelaksanaan UN di SMP. 10 Kota Yogyakarta, Foto/Baharuddin

YOGYAKARTA - Mulai hari ini, Senin (5/5/2014) hingga Kamis (8/5/2014) mendatang seluruh siswa khususnya kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau sederajat mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun 2014 ini. Di kota Yogyakarta ada sekitar 7.800 siswa yang mengikuti Ujian Nasional (UN) untuk tahun ini dan ada 4 mata pelajaran (MAPEL) yang diujikan.

Untuk hari pertama, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia dengan jumlah soal sebanyak 50 dengan waktu yang diberikan selama 120 menit.

Seperti yang terpantau Jogjakartanews.com di SMP. 10 kota Yogyakarta pada pagi tadi. Di SMP ini ada 170 siswa yang mengikuti Ujian Nasional (UN). Saat ditemui usai ujian, sejumlah siswa mengaku bingung mengerjakan soal-soal ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia, namun ada juga siswa yang merasa tidak ada masalah dan mengaku mudah mengerjakan soal-soal.
"Tadi soal-soalnya lumayan susah dan membingungkan," kata Tina (15) saat ditanya usai ujian.

Sementara siswa yang lain, Kusuma Jati (15) mengaku lumayan bisa mengerjakan soal mata pelajaran Bahasa Indonesia sebanyak 50 soal itu. "Lumayan bisa dan tidak ada soal-soal yang menyangkut politik, misalnya nama capres tertentu,' katanya singkat.

Sementara itu ditemui diruang kerjanya, Kepala sekolah SMP 10 kota Yogyakarta, Niken Sasanti, mengatakan bahwa tadi pagi sebelum ujin dimulai dia memberikan tugas kepada 2 kurir (satpam dan karyawan) yang berasal dari sekolah tersebut untuk mengambil soal-soal. "Kebetulan sekolah kami (SMP 10-red) berada di POKJA (Kelompok Kerja) 5 dan soal-soalnya diambil SMP 9," katanya.

Lebih lanjut Niken mengatakan bahwa dalam pelaksanaan UN SMP di SMP 10 untuk hari pertama berjalan dengan baik dan lancar. "Tidak ada masalah termasuk listrik pun tidak padam," sambung Niken.

"Hari ini disekolah kami (SMP. 10-red) didatangi oleh beberapa lembaga diantaranya dari Dinas Pendidikan kota Yogyakarta, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan DIY-JATENG dan Forum Pemantau Indepeden (Forpi) kota Yogyakarta untuk memantau pelaksanaan UN SMP." (bhr)

Redaktur: Azwar Anas


 





Baca Juga