Kamis, 22/05/2014 12:14 WIB | Dibaca: 3062 kali

Mengolah Sampah Menjadi ‘Uang'


Tas dan dompet dari sampah yang mempunyai nilai jual tinggi. Foto/mustakim

YOGYAKARTA - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta meggelar seminar bertajuk ‘Pengelolaan Sumber Daya Alam'. Dalam seminar ini dibahas habis soal memperlakukan sampah khusunya sampah Bahan Berbahaya Beracun (B3) yang berasal dari rumah tangga.
Kepala BLH Yogyakarta, Irfan Susilo dalam pembukannya menyampaikan keprihatinan atas sikap ketidakpedulian masyarakat dalam mengelola sampah. Padahal jika di kelola, sampah bisa mendatangkan keuntungan yang besar.

"Kalau mau kreatif, kita bisa membuatnya menjadi kerajinan yang mempunyai nilai jual yang tinggi. Barang kerjainan dari Indonesia selalu diminati di luar negeri," katanya, Kamis (22/5/2014).

Menurut Irfan, satu-satunya cara mengajak masyarakat untuk mau mengolah sampah adalah dengan mengkomersilkan. Untuk itu, BLH Kota Yogyakarta membuat program bernama Bank Sampah. Sebuah program yang kemudian banyak diminati masyarakat karena sangat menguntungkan.

"Seperti halnya menabung. Hanya saja tabungannya berupa sampah. Dan setiap jenis sampah punya harga masing-masing," imbuhnya.

Sementara itu, selain Dimas Diajeng DIY 2014, hadir pula pembicara dari Politekes Yogyakarta, Iswanto, S.Pd, M.Kes selaku pembicara. Iswanto menjelaskan cara terbaik memeprlakukan sampah adalah dengan mengolahnya.

Iswanto menambahkan, dengan menampung sampah seperti di TPA Piyungan, akan memunculkan dampak yang riskan. Sampah yang dibiarkan menumpuk akan menimbulkan masalah baru seperti gangguan kesehatan bahkan human eror seperti kebakaran.

"Lihat saja di Piyungan, selain hampir penuh, di sana juga berpotensi mencemari lingkungan sekitar serta kesehatan masyarakat," ujarnya.

Iswanto membagi jenis sampah B3 RT berdasarkan karakteristikinya. Di antaranya, B3 RT yang mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, dan bersifat korosif. "Masyarakat harus bisa mengidentifikasi itu dulu supaya tahu bagaimana memperlakukan sampah dengan benar." (kim)

Redaktur: Azwar Anas


 





Baca Juga