Terkait Salah Paham dengan Wartawan Kompas, Tim Prabowo-Hatta Jogja Minta Maaf


Subandi Kusuma, SH. Foto: doc

SLEMAN - Terkait adanya oknum Tim Sukses (Timses) yang berselisih paham dengan wartawan Kompas saat acara kunjungan Capres Probowo Subiyanto ke Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, Selasa (01/07/2014) sore kemarin, Tim Merah Putih Prabowo- Hatta meminta maaf. Tim Merah Putih juga mengaku telah menindak tegas oknum yang bersangkutan.

"Telah terjadi salah paham antara tim dan rekan-rekan wartawan. Kami minta maaf kepada rekan-rekan wartawan atas perlakuan kurang simpatik tersebut," ungkap Subandi Kusuma SH, ketua Hukum dan advokasi Tim Merah Putih Prabowo-Hatta Sleman kepada jogjakartanews.com, Rabu (02/16/2014).

Subandi menambahkan, oknum yang bertindak kurang simpatik kepada wartawan Kompas, Ferganata Indra Rudiyatmoko, juga telah ditindak tegas dan diberi sanksi. Namun demikian, kata Subandi, pihaknya mengatakan jika kejadian tersebut hanya salah paham.

"Saat itu kan panitia mungkin terlalu sibuk, jadi mohon maaf. Tapi kami sudah memberikan peringatan keras agar yang bersangkutan tidak mengulangi perbuatannya. Saya menghimbau kepada semuai Timses dan Relawan khususnya di Yogyakarta agar selalu simpatik kepada siapapun, terutama media. Bapak Prabowo tidak pernah mengajari timsesnya untuk memandang media sebagai musuh, karena beliau juga berkomitmen mendukung kebebasan pers. Terima kasih atas masukan rekan-rekan media kepada kami," pungkas Subandi.

Diberitakan sebelumnya, Peristiwa kurang menyenangkan dialami wartawan sekaligus fotgrafer Kompas, Ferganata Indra Rudiyatmoko saat hendak meliput kedatangan Prabowo di Yogyakarta untuk menemui Sri Sultan HB X. Indra justeru dibentak dan mengalami tindakan kurang nenyenangkan dari tim sukses (Timses) Pasangan Capres-Cawapres nomor 1 tersebut.


Berdasarkan informasi yang dituturkan Indra, kejadian bermula ketika dia dan beberapa wartawan lainnya mendatangi posko kemenangan Prabowo-Hatta di Jalan Patimura untuk meminta id card liputan kunjungan Prabowo sekitar pukul 14.00 WIB. Namun pihak panitia yang belakangan diketahui bernama Doni melontarkan kata-kata tidak pantas kepada jurnalis Kompas tersebut. (yud)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga