HMI Aksi Damai Peringati HUT RI : Bubarkan Organisasi Anti Pancasila

YOGYAKARTA – Belasan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan (STTL), Cabang Yogyakarta, menggelar aksi damai memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke 69, di Perempatan Gedong Kuning Banguntapan Kota Yogyakarta, Minggu (17/08/2014) siang.

Dalam aksinya, para aktivis HMI menyerukan agar rakyat Indonesia ‘bangun dari tidur’ dan menyadari bahwa hingga 69 merdeka, masih banyak realitas yang bertentangan dengan nilai-nilai kemerdekaan.

Koordinator umum aksi, Andili mengatakan, problem bangsa saat ini masih banyak yang harus diselesaikan, salah satunya adalah berkembangnya paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila.

“Hal itu tentu berkaitan erat dengan tidak terciptanya kesejahteraan yang merata. Ketidak puasan mereka pada keadaan yang ada memunculkan perbedaan ideologi atau orang dan kelompok anti Pancasila. Ini semua karena pemerintah tidak mampu mengejawantahkan nilai-nilai pancasila dan UUD dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yakni mensejahterakan rakyat Indonesia. Kalau rakyat sejahtera, tentu akan semakin setia dengan negaranya,” ujar Andili dalam orasinya.

Dikatakan Andili, fakta masih banyaknya masyarakat Indonesia yang tidak memiliki pekerjaan adalah salah satu bentuk belum adanya keseriusan pemerintah untuk mensejahterakan rakyat Indonesia.

“Ironisnya tenaga kerja didominasi lulusan SD sekitar 46,80%, pendidikan Diploma 2,65% dan pendidikan sarjana 8,8%, artinya banyak sarjana menganggur,” katanya.

Koordinator lapangan, Ibnu Amin Karepesina menambahkan, pembangunan perekonomian dan ketenaga kerjaan tidak berkembang sebab tingkat pendidikan yang rendah sehingga keterampilan, produktifitas tidak berjalan.

Disamping itu, kata dia, tenaga kerja yang memiliki latar belakang pendidikan rendah sering kali dijadikan objek eksploitasi dalam dunia pekerjaan.

“Itu dibuktikan terjadinya PHK dimana-mana, gaji buruh yang murah, namun tidak ada protes dari mereka. Hal itu menandakan bahwa proses pembodohan di Negara ini memang disengaja dan nyata serta di design untuk kapitalis lokal dan global. PHK di satu sisi akan menambah pengangguran,” tukasnya.

“Para pahlawan berjuang untuk kemerdekaan sejati, mereka rela berkorban jiwa dan raga demi kemakmuran bangsa Indonesia. Mereka tentu akan menangis di alam baka menyaksikan Indonesia saat ini yang masih jauh dari cita-cita besar mereka,” tegasnya.

Oleh karena itu, kata dia, HMI menuntut kepada pemerintah agar membubarkan organisasi yang anti pancasila dan anti keragaman, turunkan biaya pendidikan dan kesehatan,
Implementasikan kandungan pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, hentikan monopoli asing di Negara, menegakan supremasi hukum, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan Usut tuntas kasus HAM. (yud)

Redaktur: Rudi F

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by rasalogi.com