Jumat, 12/06/2015 12:51 WIB | Dibaca: 1355 kali

Stop Merokok, Kangker Paru Mengintaimu!


Ratu Givana. Foto: doc/pribadi

Bunda Ratu Givana (Dokter/Ahli Kanker Tramedika Internasional, penulis lepas)

Menatap langit indonesia yang indah dengan awan yang cerah. Siapa sangka bahwa sebahagian dari keindahan tersebut  merupakan asap dari setiap rokok yang dibakar di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri, keindahan langit indonesia sedikit semu. Ragam jenis asap dilangit bertemu dan membuat sebuah jenis untuk penyakit baru. Hal ini tentu sangat membahayakan kita semua dalam menghirup udara bebas dan hidup dilingkungan lepas.

Betapa memprihatinkan, ditengah-tengah peraturan tentang rokok yang diperketat serta larangan promosi rokok yang makin diperkecil, ternyata tidak mengurangi para perokok untuk berhenti merokok. Data terbaru justru menyebutkan sebaliknya. Perokok tetap bertambah meski tidak secepat saat belum ada peraturan khusus tentang bahaya rokok. Bahkan,  di  beberapa kabupaten di Indonesia, rokok dijadikan sebagai bagian kecil dari insrtumen budaya. Salah satunya di Sumatera Barat tepatnya di beberapa kabupaten. Rokok tetap kokoh menjadi bagian dari insrtument budaya. Setiap undangan yang dituju kepada seseorang, selalu disuguhkan rokok sebagai media atas penerimaan undangan yang diberikan. Jika rokok tersebut dibakar atau bahkan dihisap, berarti hal tersebut bermakna orang yang diundang bersedia dengan kesungguhan hati hadir di sebuah acara yang tersebut dalam undangan.

Namun jika sebaliknya, seseorang yang diundang tidak membakar rokok bahkan tidak menerima rokok tersebut, hal ini dianggap sebuah penolakan atas undangan yang dituju. Meski demikian, budaya tersebut bukanlah sengaja dibangun untuk merusak generasi dengan pulusi rokok ataupun dengan rokok sendiri. Kebudayaan ini terbentuk dari  sikap pemerintah sendiri yang mengizinkan pendistribusian rokok ke semua kalangan. Padahal jelas di dalam rokok terdapat zat yang menyebabkan terjadinya kecanduan. Dengan kata lain, Pemerintah sebagai pemegang kendali sengaja meracuni masyarakatnya.

Mari kita menelisik dan menjawab pertanyaan dari hati masing-masing. Adakah unsur vitamin yang terdapat dalam setiap rokok yang di bakar dan dihisap? Atau adakah kandungan karbohidrat, protein, kalsium atau zat positif lainnya dalam rokok sehingga rokok dapat dikategorikan layak dikonsumsi? Jawabannya tentu sudah jelas, tidak ada unsur positif apapun dalam rokok. Dengan kata rokok adalah racun yang dijual bebas di Indonesia.

Promosi rokok yang luar biasa ditengah pengetatan regulasi mengenai rokok menjadi hal yang aneh. Opini yang dibangun adalah pemerintah mendukung anti rokok namun betapa lucunya pemerintah juga memfasilitasi ruang promosinya dengan spaceavaliabe pada setiap dinding milik pemerintah dengan iklan rokok. Ketika dipertanyakan, hal ini dianggap tepat karena merupakan  income dari pajak dan  menyumbang pembangunan Bangsa. Ironis, terasa Negara ini dibangun oleh uang hasil penjualan racun kepada para mayarakat pemilik bangsa yang akan dibangun ini.  “Tidak ada yang akan menyelamatkan diri kita, kecuali diri kita sendiri”. Di tengah pemerintah yang cuek bahkan acuh dengan kesehatan masyarakatnya, sikap antipati tidak harus dimunculkan. Cukup dengan dengan mengawali menjaga kesehatan diri sendiri.

Mengenal Kanker Paru dan Mengobatinya

Kanker paru merupakan penyakit keganasan yang terjadi pada jaringan paru-paru. Penyebab utama kematian pada kasus-kasus kanker adalah kanker paru (kanker paru berkontribusi pada 50% kematian pada pria & 43% pada wanita penderita kanker). 95% penderita kanker paru adalah perokok aktif atau mantan perokok. Setiap merokok satu bungkus per hari meningkatkan resiko kanker paru 10X lipat, sedangkan merokok dua pak per hari meningkatkan resiko kanker 25X lipat.

Di Amerika Serikat, dari 180 ribu orang yang divonis kanker paru setiap tahunnya, 86% akan meninggal dalam waktu 5 TAHUN sejak terdiagnosa. Paru-paru merupakan organ berbentuk spons yang terdapat di dada. Paru-paru kanan memiliki 3 lobus sedangkan paru-paru kiri memiliki 2 lobus.  Paru-paru kiri lebih kecil karena jantung membutuhkan ruang lebih pada sisi tubuh ini. Paru-paru membawa udara masuk dan keluar dari tubuh. Mereka mengambil oksigen dan menyingkirkan gas karbon dioksida (zat residu pernafasan).

Secara nyata lapisan di sekitar paru-paru disebut pleura. Pleura membantu melindungi paru-paru dan memungkinkan mereka untuk bergerak saat bernafas. Batang tenggorokan (trakea) membawa udara ke dalam paru-paru. Trakea terbagi ke dalam tabung yang disebut bronkus, yang kemudian terbagi lagi menjadi cabang lebih kecil yang disebut bronkiol. Pada akhir dari cabang-cabang kecil inilah terdapat kantung udara kecil yang disebut alveoli.

Secara khusus ada dua jenis utama kanker paru, yang berperilaku berbeda dan memerlukan penanganan berbeda Non Small Cell Lung Cancer (NSCLC), terdiri dari pertama Karsinoma squamosa yakni jenis kanker paru paling umum. Berkembang dalam sel yang menggarisi saluran udara. Jenis kanker ini seringkali disebabkan karena rokok.  Kedua, Adenokarsinoma yaitu jenis yang  berkembang dari sel-sel yang memproduksi lendir (dahak) pada permukaan saluran udara (airways). Jenis kanker ini juga lebih umum. ketiga, Karsinoma sel besar yakni dengan  Bentuk sel kanker ini bundar besar. Sering disebut juga undifferentiated carcinoma
Jenis selanjutnya adalah Small Cell Lung Cancer (SCLC). jenis ini Lebih dari 80% kasus kanker paru merupakan jenis NSCLC. Pada jenis lainnya yang umum, Mesotheolima adalah jenis kanker yang menyerang mesothelium, yaitu membran tipis yang melapisi dada (pleura) dan abdomen (peritoneum). Kadang terjadi pada orang-orang yang terekspos dengan asbestos.

Sebagaimana diketahui asap rokok adalah penyebab utama kanker paru (tipe karsinoma) karena mengandung lebih dari 4,000 zat kimia, dimana 50 jenisnya bersifat karsinogen dan beracun. Statistik membuktikan bahwa sekitar 90% penderita kanker paru adalah perokok aktif atau mantan perokok. Beberapa faktor Resiko Kanker Paru, ialah laki-laki, usia lebih dari 40 tahun, Pengguna tembakau (perokok putih, kretek atau cerutu) dan hidup dalam lingkungan asap tembakau (perokok pasif), radon dan asbes. Beberapa tanda-tanda dan gejala kanker paru membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat diketahui dan seringkali dikacaukan dengan gejala sakit pada umumnya seperti, sesak nafas, batuk yang tidak kunjung sembuh (lebih dari 2 minggu), bunyi menciut-ciut saat bernafas pada bukan penderita asma, batuk berdarah, perubahan warna pada dahak dan meningkatnya jumlah dahak, Perubahan suara (menjadi serak) atau suara kasar saat bernafas, Kelelahan kronis dan penurunan berat badan secara drastis, bengkak pada leher dan wajah, dan nyeri saat menarik nafas dalam-dalam.

Realita nyata, bahwa Pengobatan Kanker Paru sementara sering dilakukan dengan Pembedahan, Radioterapi, Kemoterapi, dan terapi khusus. Meski banyak alternatif pengobatan lainnya, sering kali tidak seimbang dengan pola hidup sehingga nyata bahwa semua dianggap akan sia-sia. Dengan bahasa lainnya, “obat tetap diminum, namun merokok belum juga belum berhenti”. Ini bukan-lah sebuah mekanisme pengobatan yang tepat. Ideal, bahwa mencegah lebih tepat daripada mengobati. Cara utama untuk seseorang mengurangi risiko terkena kanker paru adalah berhenti merokok. Seseorang perokok yang telah berhasil berhenti 10 tahun lamanya berarti telah dapat menurunkan risiko 30 -50 persen untuk terkena kanker paru. Usaha pencegahan kanker lainnya adalah dengan menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat (olahraga teratur, tidur cukup, hidup bebas stress serta pola makan sehat), dan makan suplemen secara teratur.


 



Terpopuler


Baca Juga