Demi Jangka Panjang, Wisatawan Pulau Gili Labak Dihimbau Jaga Kelestarian Karang


ilustrasi. foto: doc/ist

SUMENEP - Ribuan terumbu karang dan biota laut yang terhampar di sekeliling pantai Pulau Gili Labak selama ini memang menjadi magnet paling utama wisatawan. Selain memperindah dan memanjakan mata wisatawan yang bersnorkeling, terumbu karang biota laut di dalamnya juga menjadi sarana edukasi yang menyengkan. Untuk itu, ketua pecinta alam Save For ID Gili Labak, Mawardi menghimbau wisatawan agar tidak merusak terumbu karang yang bisa berakibat pada berkurangnya keindahan Pulau Gili Labak sebagai destinasi wisata snorkeling di Indonesia.

“Saya mendengar banyak wisatawan yang mengambil karang, bintang laut, saya minta untuk tidak melakukan itu. Karena itu bisa merusak ekosistem dan keindahan pulau Gili Labak,” pinta Mawardi sebagaimana diutarakan kepada Jogjakartanews.com, Minggu (23/08/2015).

Menurut Mawardi ia mendapatkan laporan dari warga tidak jarang wisatawan yang mengambil  karang maupun bintang laut di pulau Gili Labak sebagai ‘cinderamata’ untuk dibawa pulang ke rumah mereka.

“Mereka mestinya mengerti bahwa sedikit banyak jika itu dilakukan oleh wisatawan yang datang silih berganti setiap hari, meski mereka bilang cuma sedikit, tapi lama-lama rusak juga itu karang. Kasihan kan anak cucu kita kelak tidak bisa menikmati keindahan ciptaan Tuhan ini,” terangnya.

Ia juga meminta Agen, terutama Tour Guide yang biasa mendampingi wisatawan agar memberikan pehaman kepada tamu-tamunya untuk tidak mengambil terumbu karang dan juga biota laut seperti bintang laut dari laut pantai pulau Gili Labak.

“Tolong beri pehamahan kepada mereka, Insyallah jika diberi pemahan mereka bisa mengerti,” pintanya.

Seperti diketahui, Pulau Gili Labak saat ini menjadi salah satu destinasi wisata snorkeling yang lagi booming dan primadona di Sumenep. Banyak wisatawan lokal, nasional maupun mancanegara yang sudah berkunjung ke pulau Gilil Labak. (ning)

Redaktur Herman Wahyudi.


 





Baca Juga