Jumat, 30/10/2015 21:45 WIB | Dibaca: 945 kali

Revitalisasi Museum Diponegoro, Dikbud Anggarkan 1 Miliar


Danrem 072/Pamungkas, Brigjen St Tri Mulyono

YOGYAKARTA - Beberapa museum di DIY direvitalisasi, salah satunya Museum Diponegoro (Mundip), Tegalrejo.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan (Dikbud) DIY, Drs Umar Priyono Mpd, Tahun 2015 ini Pemda DIY melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan Rp 4 miliar untuk merevitalisasi beberapa museum.  Selain Mundip,tahun ini museum yang akan mendapat dana untuk revitalisasi diantaranya Museum Purbakala, Pleret, Museum Kekayon Jalan Wonosari dan  Museum Mineral milik UPN “Veteran” Jogja.

 “Untuk Museum Diponegoro kami anggaran Rp 1 miliar untuk revitalisasi  terutama sisi bangunannya,”kata Umar usai mendampingi Danrem 072/Pamungkas, Brigjen St Tri Mulyono yang meresmikan revitalisasi Mundip, Jumat (30/10/2015).

Dijelaskan Umar, untuk tahap selanjutnya di Mundip akan ditambah fasilitas seperti adanya ruang audio visual agar lebih menarik dan orang paham tentang perjuangan Pangeran Diponegoro secara lebih mendalam.

“Diharapkan dengan bangunan yang lebih representatif, maka tingkat kunjungan ke museum perjuangan yang dikelola TNI AD tersebut juga bisa meningkat,” tukasnya.

Diakui Umar,  selama ini jumlah kunjungan wisata ke museum belum  maksimal, sehinngga pengelola terkendala pendanaan dalam perawatan termasuk perbaikan. Di DIY, kata dia,  ada 48 museum  dengan beragam tema.

“Jadi kalau kunjungan, orang bisa memilih mau kemana, sehingga tidak bisa maksimal jumlah kunjungan ke suatu museum tertentu. Tentu nantinya museum yang memang membutuhkan sentuhan perbaikan akan  kami inventarisir untuk kemudian kami usahakan  dananya,”katanya.

Sedangkan Danrem berharap dengan diresmikannya kembali Mundip usai revitalisasi diharapkan mampu meningkatkan animo wisatawan.

“Dengan berkunjung ke museum ini ,masyarakat termasuk kalangan pelajar dan anak-anak bisa belajar mengenai perjuangan Pangeran Diponegoro  saat melawan penjajah,” kata Danrem.

Semangat itulah yang harus dimiliki generasi sekarang, sehingga bisa menjadi generasi  penerus yang baik di masa datang.

 “Kami memiliki beberapa museum dan kami akan inventerisir, mana yang sekiranya  membutuhkan untuk direhap. Kami bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Badan Musyawarah Museum (Barasmus) DIY,”tambah Danrem. (pr*)

*Sumber Pers Rilis Penerangan Korem 072/Pmk


 





Baca Juga