Pangdam IV Diponegoro: Cegah Radikalisasi, Prajurit Perlu Dekati Keluarga Teroris


Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi saat berkunjung di Makodim 0734/Yogyakarta. Foto:doc.Pendim

YOGYAKARTA - Terorisme masih menjadi permasalahan bagi negara Indonesia hingga saat ini. Langkah antisipasi aksi-aksi yang membahayakan masyarakat, bangsa, dan Negara tersebut membutuhkan peran semua pihak, termasuk TNI.

“Banyak langkah untuk mengantisipasinya. Terpenting adalah paham teroris dan radikalisme tidak terus berkembang,” tutur Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi saat berkunjung di Makodim 0734/Yogyakarta, Kamis (28/07/2016).

Dalam kesempatan itu, Pangdam juga berkesempatan menyampaikan pengarahannya di hadapan para prajurit dan perwira Kodim. Menurut Pangdam, salah satu cara mencegah paham terorisme dan radikalisme yang berkembang yakni dengan mendekati keluarga dari para teroris tersebut. Mengajak para anggota keluarga teroris untuk berbaur dengan masyarakat merupakan tugas sekaligus kewaijiban.

“Ini tugas dari para prajurit, mantan-mantan keluarga teroris itu dibina dengan baik, ajak berbaur dengan masyarakat,” kata jenderal dengan dua bintang di pundaknya ini.

Menurut Jaswandi, para prajurit tidak perlu takut dengan ancaman terorisme, namun harus tetap waspada.

“Mereka itu bagian dari kita juga kok, bagian dari warga negara Indonesia (WNI),” katanya.

Selain memberikan pengarahan, Pangdam juga meninjau hasil dari tanaman hidroponik yang dibudidayakan di Makodim Yogyakarta. Didampingi Kasrem 072/Pamungkas Yogyakarta Kolonel Inf Ida Bagus Surya serta pejabat Kodam lainnya, Jaswandi memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Kodim Yogyakarta mengembangkan hidroponik yang merupakan upaya konkret prajurit TNI dalam menyukseskan program ketahanan pangan. (pr*/dim)

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga