Jumat, 28/10/2016 10:07 WIB | Dibaca: 496 kali

Wakil Ketua DPR: Cita-Cita Sumpah Pemuda Masih Perlu Diperjuangkan


ilustrasi. doc:jn

JAKARTA – Hari ini, Jumat 28 Otober merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. 88 tahun lalu, satu peristiwa penting diselenggarakan oleh para pemuda Indonesia yang menyatakan sumpah bersamanya atas tanah air, bangsa, dan bahasa, sebagai Indonesia. Peristiwa penting itu yang kini diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

“Salah satu semangat penting dalam Sumpah Pemuda 1928 adalah hadirnya Kesadaran Politik  sebagai sebuah Bangsa. Karena hadirnya kesadaran sebagai bangsa inilah, kemudian Indonesia dapat meraih kemerdekaan politik. Sumpah Pemuda merupakan kontrak sosial Pemuda Indonesia untuk mengikat diri mereka menjadi dalam satu ikatan kebangsaan,” kata wakil ketua DPR RI, Fadli Zon dalam keterangan pers yang diterima redaksi Jumat (28/10/2016).

Fadli Zon mengingatkan perlunya menyegarkan kembali semangat Sumpah Pemuda dalam memori kolektif kita sebagai sebuah bangsa. Menurutnya, refleksi nilai Sumpah Pemuda pada situasi sekarang ini sangat penting.

Di tengah derasnya globalisasi yang dialami setiap negara, kata dia, tergerusnya kesadaran politik berbangsa menjadi tantangan yang tak dapat dihindari. Globalisasi telah membuat seolah batas negara menjadi hilang.

“Sehingga pengaruh apapun dari luar dapat dengan mudah masuk ke tengah masyarakat. Dampaknya negatif jika pengaruh tersebut diterima masyarakat tanpa didasari oleh kesadaran kebangsaan yang kokoh. Kecenderungan itu, dapat kita saksikan bersama.Baik itu di bidang ekonomi, budaya, bahkan juga politik,” ujar wakil Ketua DPP Partai Gerindra ini.

Namun demikian, Fadli menilai bukan berarti globalisasi harus kita hindari, namun justru harus dihadapi dengan strategi. Hal ini, kata Fadli, membutuhkan peran semua elemen terutama kelompok Pemuda.

“Kita justru harus mendapat manfaat dari globalisasi, bukan dimanfaatkan. Hampir 25% dari total penduduk Indonesia saat ini adalah pemuda. Dan ini seharusnya menjadikan pemuda Indonesia memiliki tanggung jawab  lebih dalam mendorong kemajuan bangsa ini. Kemerdekaan politik sudah kita raih. Tinggal kita tuntaskan capaian kemerdekaan kita di bidang yang lainnya,” imbuh Fadli yang Ketua Umum DPN HKTI.

Ditandaskan Fadli, semangat Sumpah Pemuda penting untuk terus dibangkitkan. Terutama untuk merawat kesadaran politik sebagai sebuah bangsa.

“Agar potensi pemuda, dapat berubah menjadi energi pendorong bagi pencapaian tujuan kemerdekaan Indonesia, tak hanya di bidang politik, namun juga dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya,” pungkasnya. (has)

Redaktur: Rudi F

Berita Terkait

 





Baca Juga