Minggu, 29/10/2017 20:06 WIB | Dibaca: 346 kali

Sultan: Pancasila Jangan Hanya Dipuja Seperti Mitos


Gubernur DIY menandatangani MoU Melawan Radikalisme. Foto: ist

YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika jangan hanya disimpan sebagai simbol ideal di peti mati, namun harus digunakan sebagai panggilan aksi kini dan nanti,

“Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika jangan hanya dipuja saja seperti mitos semata namun ubahlah menjadi etos berbagi ,” tutur Sri Sultan  HB X dalam Deklarasi Kebangsaan dan Kuliah Akbar Perguruan Tinggi Se-DIY Melawan Radikalisme, Sabtu (28/10/2017) di Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Dalam orasinya di hadapan ribuan mahasiswa perguruan tinggi di DIY, Sri Sultan HB X juga menandaskan, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika jangan hanya menjadi slogan belaka,

“Jangan diteriakkan sebagai slogan kosong, namun gunakan serta tanamkan sebagai roh kebangsaan untuk menyatukan Indonesia,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah para hadirin.

Usai menyampaikan orasi, Gubernur DIY menandatangani MoU dan penandatanganan banner Deklarasi Kebangsaan dan Kuliah Akbar Perguruan Tinggi Se-DIY Melawan Radikalisme. Turut  menandatangani MoU,  Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Fajar Setyawan, S.I.P dan Kapolda DIY, Brigjen.Pol.Ahmad Dofiri, M.Si , Kepala Kejaksaan Tinggi (KAJATI) DIY, yang diwakili Wakil Kajati, Febrie Andriyansayah, SH, MH, Seluruh Rektor Perguruan tinggi, Para Pemuka agama, dan Tokoh Masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh sedikitnya 15.000 mahasiswa, dari 60 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dan 56 jajaran tamu undangan. Tarian-tarian nusantara juga ditampilkan pada acara ini untuk memeriahkan dan meningkatkan semangat nasionalisme. Acara serupa juga serentak dilakukan oleh 4,5 juta mahasiswa, lebih dari 3000 perguruan tinggi di 34 provinsi dan 350 kabupaten/kota se-Indonesia. 

Menurut Organizing Commite kegiatan Deklarasi Kebangsaan di DIY, Agus Bintoro, S.IP, tujuan kegiatan adalah untuk menegaskan kembali Pancasila sebagai dasar atau landasan bagi Bangsa Indonesia  dan UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai pilar utama bangsa Indonesia.

“Juga menyerukan kepada masyarakat luas dan segenap komponen bangsa agar senantiasa mengedepankan sikap persaudaraan dan cinta damai dengan sesama komponen bangsa meskipun berbeda agama, suku, ras, dan golongan,” katanya.

Sebelumnya, Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-89 Tingkat DIY digelar, Sabtu (28/10/2017) di Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan Komandan Upacara Mayor Inf . Saidi dan dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah DIY serta pejabat di lingkungan Pemda DIY.

Peserta upacara antara lain berasal dari unsur TNI, POLRI, PNS pelajar, Pramuka dan mahasiswa.

Dalam amanatnya, Gubernur DIY membacakan sambutan tertulis Menteri Pemuda Dan Olahraga RI yang berjudul 'Pemuda Indonesia Berani Bersatu'. 
Dalam samutannya tersebut Menpora mengatakan, keberanian pemuda-pemudi Indonesia pada tahun 1928 untuk mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu, Indonesia, adalah peristiwa monumental.  Ikrar tersebut 17 tahun kemudian melahirkan proklamasi kemerdekaan RI, tanggal 17 Agustus 1945.

“Ikrar tersebut lahir dari proses diskusi, tukar pikiran sampai dengan mematangkan gagasan yang dilakukan dalam keterbatasan sarana komunikasi dan transportasi yang ada saat itu. Sangat berbeda jauh dengan kondisi sekarang yang serba mudah dan cepat dengan adanya kemajuan di bidang transportasi dan komunikasi. Tetapi justru membuat kita lebih sering berselisih paham, terpecah belah serta menebar fitnah dan kebencian,” ujar Menpora dalam sambutan tertulisnya.

Menpora mengajak Pemuda Indonesia dengan mengutip amanat Bung Karno, " Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, Saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir."

Upacara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan Pemuda Pelopor 2017 Tingkat DIY kepada 23 pemuda se-DIY yang meliputi bidang Pendidikan, Sosial Budaya Pariwisata, Pengelolaan SDA dan Lingkungan, Pangan, serta Inovasi Teknologi. (kt1) 

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga