Seniman Jogja Dukung Gerakan Siber Kreasi dengan Video Kreatif

YOGYAKARTA – Seniman Yogyakarta turut ambil bagian dalam Siber Kreasi; Gerakan Nasional Literasi Digital yang digagas Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)  di Pekan Raya Jakarta (PRJ), Sabtu (28/10/2017) kemarin. Batik Siber Kreasi dan Video Kreatif  ‘Satu Nusa Satu Bangsa dari Yogyakarta Untuk Indonesia’  karya Seniman Yogyakarta  ditampilkan dalam  acara nasional tersebut.  

Menurut  kreator  video ‘Satu Nusa Satu Bangsa dari Yogyakarta Untuk Indonesia’, Supriyanto, bentuk dukungan seniman Yogyakarta terhadap gerakan Siber Kreasi  karena gerakan tersebut dinilai muncul tepat waktu, ketika bencana digital multi dimensional melanda negeri ini,

“Gerakan kemartabatan ini tampil mengedepan melawan hoax, ujaran kebencian, meredam radikalisme, terorisme, dan porno grafi di Media Sosial (Medsos), kemudian menyucikannya dengan konten-konten positif,” katanya kepada wartawan setibanya kembali di Yogyakarta, Minggu (29/10/2017).

Dijelaskan Supriyanto, gerakan ini menjadi energi besar ketika dibangun di atas basis seni. Sebab, kata dia, Seni mempunyai fungsi kultural sebagai alat pendamai, peneduh, dan penyejuk suasana dalam interaksi sosial.

“Kami menggunakan media batik atau Batik Siber Kreasi, karena selain keindahan bentuk fisiknya  juga ada filosofi kebaikan di dalamnya. Ini sekaligus melestarikan budaya leluhur kita yang  adiluhung. Sedangkan video ‘Satu Nusa Satu Bangsa dari Yogyakarta Untuk Indonesia’ yang  kami ciptakan bekerja sama dengan Siber Kreasi, Gerakan Cinta Batik Sebagai Mahakarya Indonesia dan seniman Desa Budaya Gilangharjo, Pandak, Bantul  juga berlatar seni dan budaya,” imbuh Supriyanto yang menjadi aktor dalam video ‘Satu Nusa Satu Bangsa dari Yogyakarta Untuk Indonesia’ bersama vocalis dan model Livy Laurens.

Supriyanto menginformasikan, video ‘Satu Nusa Satu Bangsa dari Yogyakarta Untuk Indonesia’ bisa disaksikan dan diunduh melalui link https://drive.google.com/file/d/0B6GOw1T8E6HedXZwLTRoSE9RMWs/view

Sebelumnya, dalam acara Gerakan Siber Kreasi di PRJ, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menyatakan ada dua cara untuk menyaring penyebaran berita hoax di media sosial, yaitu dengan pembatasan akses dan literasi.

“Gerakan literasi ini dengan memperbanyak konten-konten positif di Medsos. Gerakan ini akan terus digulirkan ke seluruh nusantara, hingga Medsos bersih dari konten-konten negatif seperti hoax, pornografi, ujaran kebencian, radikalisme, terorisme  dan sebagainya,” tutur menteri Rudiantara.

Di sela-sela acara, Supriyanto yang mewakili seniman Yogyakarta menyerahkan buku  Siber Kreasi dari Yogyakarta untuk Indonesia kepada Menkominfo. (rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by rasalogi.com