Senin, 20/11/2017 08:18 WIB | Dibaca: 106 kali

DPD Golkar se Indonesia Bakal Matangkan Wacana Munaslub


Gandung Pardiman. Foto: Rudi

YOGYAKARTA – Ditetapkannya Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP oleh KPK untuk yang kedua kalinya, menuai reaksi serius internal Partai Golkar. Sebab, kasus hukum yang menjerat Setnov dinilai berimbas buruk dengan partai Golkar. Oleh Karenanya, dalam waktu dekat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar se Indonesia akan membahas langkah penyelamatan Partai Golkar dan mematangkan wacana Munas Luar Biasa (Munaslub).

“Kita akan mengundang pimpinan DPD dari berbagai daerah di Indonesia untuk mendiskusikan langkah terbaik untuk penyelamatan Partai Golkar dari badai politik dan untuk  persiapan menghadapi Pemilu 2019,” kata Mantan Koordinator DPD I Partai Golkar Se Indonesia, Gandung Pardiman, belum lama ini.

Ketua Dewan Pertimbambangan DPD Partai Golkar DIY ini mengaku sangat prihatin dengan situasi yang menimpa Partainya saat ini.  Akibat Setnov sebagai pribadi, kata dia, Golkar menjadi bulan bulanan masyarakat luas,

“Dimasa reformasi ini sudah ada beberapa Ketua Umum Partai Politik yang tersandung kasus korupsi yang akhirnya berimbas juga pada  anjloknya perolehan suara partai tersebut dalam pemilihan umum . Belajar dari pengalaman itu maka golkar tidak boleh bernasib seperti partai lain yang Ketua umumnya terkena masalah,” ujar mantan Ketua DPD Partai Golkar DIY ini.

Menurutnya, langkah penyelamatan Partai Golkar harus digerakan dengan motto 'sepi ing pamrih rame ing gawe’. Sebagai langkah nyata, Gandung berencana akan mengajak para pimpinan DPD Golkar se Indonesia untuk mengkaji secara kritis wacana adanya Munaslub. 

“Kalau itu (Munaslub) memang obat mujarab, ya mari kita perjuangkan bersama dan daerah (DPD) sebagai pelopornya,”  jelas Gandung yang juga mantan anggota DPR RI 2009-2014 ini.

Gandung mengibaratkan,  jangan sampai pohon beringin tumbang gara-gara sebatang dahan yang terkena hama. Sesulit apapun, kata dia, pimpinan pusat  harus berani mengambil sikap untuk penyelamatan partai yang didirikan Presiden RI Ke 2 Soeharto ini.

Ditambahkan Gandung, Peranan DPD  Partai Golkar sangat menentukan hancur tidaknya partai golkar kedepan. Kalau daerah salah langkah dalam bersikap, kata dia, maka yang menjadi korban adalah partai Golkar.

“Kader Daerah harus berani berjuang untuk kepentingan partai. Sejarah kelam akan tertulis bahwa golkar hancur karena peran daerah tidak progresif dan tidak melihat ke depan. Sudah saatnya DPD I Partai Golkar Se Indonesia berani mengatakan yang salah adalah salah yang benar adalah benar,” tegasnya. (kt 1)

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga