UIN Sunan Kalijaga Gandeng University of Sydney Tingkatkan Peran Pekerja Sosial


Margareth Spencer saat menjadi pembicara pada International Student Forum di UIN Sunan Kalijaga. Foto: ist/uin

YOGYAKARTA - Era globalisasi merupakan muara permasalahan sosial global, peran pekerjaan sosial (social work) dalam arena pembangunan kesejahteraan sosial pada skala nasional dan internasional menjadi mudah dipetakan. Demikian dikatakan Margareth Spencer dari University of Sydney sebagai pembicara pada International Student Forum “Social Work Education in Indonesia and Australia” di gedung Prof RHA, Soenarjo SH UIN Sunan Kalijaga, Senin (27/11/2017).

Dalam kegiatan yang digelar Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan University of Sydney tersebut, Margareth Spencer mengatakan, orang Australia juga perlu belajar dan memahami budaya Asia seperti Indonesia. Bagaimana peran pekerja sosial dapat menunjukkan karya nyatanya dalam menciptakan kesejahteraan sosial bagi masyarakat Indonesia.

“Penggunaan istilah Pekerja Sosial Profesional inilah yang membedakan dengan profesi lainnya, dimana gelar tersebut disematkan pada orang-orang yang telah menempuh jenjang pendidikan di Ilmu Kesejahteraan Sosial,” kata Margareth.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaa dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga Dr. H. Waryono, M.Ag menuturkan prodi IKS agar bisa mengembangkan keilmuannya di bidang sosial dan keislaman. Pola tersebut dapat diupayakan dengan merealisasi kerjasama dengan universitas lain.

“Misal dengan IPB, kampus tersebut meski tidak ada ilmu IKS tapi punya program yang relevan dan bisa didefinisikan dengan social work”, tutur Waryono.

Sementara Kepala Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial Andayani, S. IP, BSW, MSW menjelaskan Australia merupakan negara Eropa yang terdapat 15% warganya merupakan kaum muslim. Bagaimana cara pekerja sosial mendampingi warga dengan  komunikasi yang baik,

“Termasuk strategi apa yang tepat digunakan untuk mendampingi dan memberi penanganan bagi umat Islam di Australia” kata Andayani.

Dikatakan Andayani, karena di UIN Sunan Kalijaga ada Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS), kita belajar bersama untuk mengaplikasikan integrasi-interkoneksi ilmu Islam dan Ilmu Sosial, termasuk penerapan kurikulum untuk mengelola masyarakat dengan pendekatan agama dan sosial.

“Sebagai calon pekerja sosial tentu saja harus menumbuhkan semangat tinggi dan optimis dengan eksistensinya untuk membantu dalam penanganan masalah sosial yang terjadi di masyarakat” tutup Andayani.

Sekadar informasi, kegiatan yang digelar Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan University of Sydney ini berlangsung selama tiga hari (27-29/11),  diikuti 17 mahasiswa dari Departemen Sosial University of Sydney, Australia dan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga.

Rangkaian kegiatan yang akan mereka lakukan yaitu berkunjung ke Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas Pundong Bantul,  Multistakeholder Meeting, kunjungan ke Kantor Dinas Sosial DIY, komunitas dampingan Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga, dan Komunitas Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial DIY. (kt2)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga