Selasa, 23/01/2018 18:23 WIB | Dibaca: 268 kali

Menteri PPN: Digitalisasi Bisa Memperlebar Kesenjangan


Menteri PPN/Bappenas, Bambang Brodjonegoro dan Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X berfoto bersama peserta seminar Internasional. Foto: ist

YOGYAKARTA –  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro  mengatakan saat ini segala sesuatunya bisa dilakukan secara digital sehingga kehidupan masyarakat lebih nyaman dibanding dengan masa lalu yang semuanya harus hadir dengan keadaan fisik.

Namun demikian, menurut Bambang pada saat yang sama, perkembangan digital cenderung mengarah kepada yang disebut sebagai revolusi industri, dimana proses transaksi, proses kehidupan produksi di dunia akan didominasi oleh otomatisasi serta digitalisasi yang harus diantisipasi dampaknya, baik terhadap ketersediaan lapangan kerja maupun ketimpangan.

“Mengenai ketimpangan tentunya sangat menarik, bukan hanya isu di Indonesia tetapi di semua negara di dunia dengan akan semakin berkembangnya dunia teknologi. Apakah teknologi digital itu akan bisa membantu, meringankan atau malah memperlebar ketimpangan?,"  kata Bambang saat menyampaikan keynote speech dalam Seminar ‘Inequality and The Role of Technology in Shaping the Future of Work’, di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Selasa (23/01/2018).

Dalam pemaparannya mengenai Inequality and Future of Work in Indonesia, Bambang memberi contoh lankah yang bisa mengurangi ketimpangan. Misalnya, kata dia, petani yang sudah biasa mengunakan gadget atau telepon seluler akan lebih mudah mendapatkan informasi dari yang dasar, seperti benih apa yang cocok untuk lahan pertaniannya sampai kondisi perkiraan ramalan cuaca, serta bisa juga mengetahui  mana sebenarnya harga komoditas yang diproduksi baik di pasaran lokal maupun internasional,

“Mereka bisa mengakses informasi tersebut melalui telepon selulernya. Ini artinya,  berpotensi membantu petani untuk meningkatkan pendapatan, memperkuat daya tawarnya terhadap tengkulak dan juga harapannya nanti bisa memperkecil kesenjangan dengan kelompok yang lebih tinggi pendapatannya,” ujarnya dalam seminar yang diikuti 250 pejabat dan pakar di Kementerian Keuangan dan Bank Sentral G20, Bank Pembangunan Multilateral dan organisasi internasional tersebut.

Lebih lanjut diuraikan Menteri Bambang, digitalisasi bisa berimbas melebarkan kesenjangan apabila masyarakat tidak siap. Sebab, kata dia, yang akan diuntungkan dengan digitalisasi hanya mereka yang bisa mengikuti perkembangan teknologi. Menteri Bambang mengkhawatirkan, mereka yang diuntungkan dengan mendapat penghasilan yang lebih besar,  bisa mendapatkan akses yang lebih banyak, justru bisa memperlebar gap dengan kelompok yang income-nya lebih rendah.

“Ini yang sedang menjadi perhatian pemerintah bagaimana kita mengantisipasi mumpung waktunya masih ada, dan kita tidak bisa berlama-lama,” ujarnya.

Kendati demikian, Menteri Bambang optimistis jika ke depan bangsa Indonesia mampu mengatasi persolan kesenjangn di tengah-tengah kemajuan teknologi digital.

“Kita sedang mengalami bonus demografi, sehingga dapat dipastikan bahwa tenaga kerja yang masih muda nantinya bisa beradaptasi dengan baik dengan perkembangan teknologi,” tukas Menteri Bambang.

Sementara itu Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka KGPAA Paku Alam X dalam sambutan mewakili Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan terimakasih atas dipilihnya Yogyakarta sebagai tempat penyelenggaraan seminar internasional tersebut.  Menurut Gubernur DIY, seminar yang dihelat ini merupakan pertemuan G20 di tingkat Working Group yang presidensinya adalah Argentina. Dalam seminar terdapat beberapa rangkaian agenda pertemuan  yang dilaksanakan. Salah satu pertemuannya adalah dalam track yang dihadiri oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia.

“Diharapkan seminar ini bisa menghasilkan solusi terbaik yang dapat diaplikasikan untuk pembangunan di Indonesia,” harap Wagub DIY.

Dalam kesempatan tersebut Wagub DIY jyga menyampaikan sekilas mengenai Yogyakarta yang dikenal sebagai kota perjuangan, kota pendidikan dan sebagai pusat utama budaya dan tradisi Jawa. Keindahan alam, warisan budaya Jawa, kesenian dan tradisi serta kelezatan kuliner Yogyakarta ditawarkan kepada peserta yang hadir. Peserta juga diimbau untuk mengunjungi  banyaknya potensi pariwisata yang ada di DIY. (kt1)

Redaktur: rudi F

 

 


 





Baca Juga