Konferensi Tingkat Menteri WTO Belum Hasilkan Penyelesaian Isu Ketahanan Pangan


Febrian Alphyanto Ruddyard . Foto: ist

YOGYAKARTA –  Konferensi Tingkat Menteri World Trade Organization (KTM WTO) ke-11 di Buenos Aires, Argentina belum tercapai keputusan signifikan, terkait penyelesaian isu pertanian yakni ketersediaaan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan. 

Dalam forum yang membahas tiga isu utama, yakni subsidi perikanan, ketersediaan pangan, dan perdagangan elektronik tersebut hanya berhasil mencapai kesepakatan minimalis,

“Arah kebijakan perdagangan lebih proteksionis di pemain besar dan ini menghambat perundingan dan hasil yang dicapai,” kata Dirjen Kerja Sama Multilateral Kementrian Luar Negeri, Febrian Alphyanto Ruddyard saat menjadi pemateri dalam seminar bertajuk Posisi dan Strategi Perundingan Indonesia Pasca Konferensi Tingkat Menteri ke-11 World Trade Organization (WTO) di University Club (UC) UGM, Selasa (20/02/2018).

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Perdagangan Dunia (PSPD) UGM bekerjasama dengan Direktorat Jendral Kerja Sama Multilateral, Kementrian Luar Negeri tersebut, Febrian menekankan arti penting bagi pemerintah Indonesia untuk terus berupaya mempertahankan kebijakan nasional di WTO serta memastikan kebijakan perdagangan dunia sejalan dengan kepentingan bangsa,

“Melalui forum ini harapannya dapat saling bertukar pemikiran antara pemerintah dan akademisi yang mengarah pada pencapaian solusi atas berbagai tantangan perundingan KTM ke depan,”harapnya.

Selain Febrian, hadir sebagai pembicara antara lain, Direktur Perdagangan, Komoditas dan HKI Kementrian Luar Negeri, Tri Purnajaya, Kepala Biro Kerja Sama Luar negeri Kementrian Pertanian, Mesah Tarigan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang  Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, drg.Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D., mengungkapkan UGM berkomitmen dan fokus dalam mendukung kedaulatan bangsa di berbagai bidang.

“Komitmen ini salah satunya diwujudkan melalui pendirian teaching industri di tahun 1964 yaitu PT. Pagilaran yang merupakan unit usaha dalam industri perkebunan teh. UGM fokus bersama lembaga pemerintah dan industri dalam menegakkan kedaulatan bangsa dalam berbagai bidang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan peluncuran buku cetak biru diplomasi Indonesia di WTO. Buku tersebut berisi tentang strategi umum, perkembangan jalan WTO, dan road map pengembangan SDM dalam perundingan WTO. (kt3)

Redaktur: Faisal  


 



Terpopuler


Baca Juga