Libatkan Djokja 1945 dan IKAL DIY, Peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 Tahun Ini Berbeda


Rapat persiapan peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 di Joglo Bhumi Atala Dwipa. Foto: Ja'faruddin. AS

YOGYAKARTA – Momentum bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, akan kembali diperingati. Berbeda dengan tahun sebelumnya, peringatan tahun ini akan lebih meriah dengan terlibatnya komunitas pegiat sejarah Djokja 1945 bekerjasama dengan Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI Komisariat Daerah Istimewa Yogyakarta (IKAL DIY).

Ketua komunitas Djokja 1945, Eko Isdianto, S.Sos mengatakan peringatan digelar untuk menghadirkan kembali api semangat Serangan Umum 1 Maret 1949, dimana rakyat Yogyakarta bersama TNI bahu-membahu  untuk membuktikan bahwa pemerintahan Indonesia dan tantara masih ada. Menurutnya, di bawah komando Letkol Soeharto dan kendali penuh Sri Sultan Hamengku Buwono IX bersama Panglima Besar Jenderal Soedirman, serangan tersebut sukses terlaksana,  menguasai Yogyakarta selama enam jam,

“Serangan Umum 1 Maret 1949 membuka mata dunia internasional yang kemudian membuat Belanda kalah dalam diplomasi-diplomasi luar negeri dan harus menyerahkan kedaulatan Republik Indonesia di Yogyakarta,” ujarnya saat rapat koordinasi panitia Peringatan Serangan Umum 1 Maret, di Joglo Bhumi Atala Dwipa, Jl. Gamelan Lor No 6, Panembahan, Keraton, Yogyakarta, Jumat (23/02/2018) malam.

Eko menjelaskan, dalam peringatan yang akan diselenggarakan pada Minggu 4 Maret 2018 mendatang, komunitas Djokja 1945 akan menggelar parade kebangsaan dan teatrikal drama kolosal serangan umum 1 maret 1945. Kegiatan tersebut, kata Eko, akan dilaksanakan di halaman museum  benteng Vredeberg, jalan Margo Mulyo No.6  Yogyakarta, dimulai Pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai,

“Nanti akan ada acara pendukung, yaitu konvoi pasukan TNI dan POLRI, pawai budaya,  drumb band TNI Jupiter Aerobic Team TNI AU dan performance lagu kebangsaan,” imbuhnya.

Sementara Ketua IKAL DIY, Sugiyanto H Semangun, M.Si menuturkan IKAL DIY mendukung kegiatan peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 yang dihelat komunitas Djokja 1945. Sebab menurutnya, salah satu fungsi Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) adalah menyelenggarakan pendidikan penyiapan kader dan pemantapan pimpinan tingkat nasional yang berpikir integratif dan profesional, memiliki watak, moral dan etika kebangsaan, berwawasan nusantara serta mempunyai cakrawala pandang yang universal,

“IKAL sebagai alumni berkewajiban tetap meneruskan tugas Lemhannas tersebut. Oleh karenanya IKAL DIY turut mendorong kegiatan-kegiatan masyarakat yang berorientasi menumbuhkan rasa nasionalisme dan kebangsaan, seperti peringatan Serangan Umum 1 Maret ini. Terlebih saat ini banyak generasi muda kita yang ahistoris, lupa akan sejarah bangsanya sendiri,” tutur alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang juga alumni Lemhannas PPSA 17 ini.

Mahasiswa program Doktor Studi Kebijakan UGM ini berharap dengan peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949, masyarakat khususnya generasi muda bisa meneladani semangat cinta tanah air dan perjuangan para pahlawan. Selain itu, kata Sugiyanto, kegiatan diharapkan menumbuhkan spirit perjuangan yang telah dibangun oleh para pendahulu, yaitu rela berkorban dalam membela negara sampai titik darah penghabisan,

“Tujuan khusus kegiatan peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 ini nantinya akan mewujudkan aktualisasi diri dari para pecinta sejarah dalam mengobarkan semangat patriotisme dan nasionalisme kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Selain itu, terwujudnya transfer pengalaman, pengetahuan, semangat kejuangan serta penyampaian keteladanan kepada generasi penerus dalam upaya bersama mencintai sejarah Bangsa Indonesia dalam konteks yang benar,” pungkas putra daerah lulusan SMAN 1 Sleman ini. (rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS

 

 

 

 

 


 





Baca Juga