Sabtu, 03/03/2018 23:59 WIB | Dibaca: 353 kali

PAKYO dan DISBUD DIY Gelar Pameran Stand Up Cartoon


Anggota PAKYO membuat kartun dengan model turis mancanegara. Foto: ist

YOGYAKARTA - Paguyuban Kartunis Yogyakarta (PAKYO) kembali menggelar pameran kartun. Kali ini, pameran bertajuk 'Stand Up Cartoon - Jogja Cartoon Exhibition 2018' yang bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi DIY akan diselenggarakan di Galeria Mall pada 13 Maret hingga 2 April mendatang. Pameran akan diikuti 35 kartunis anggota PAKYO dan satu kartunis tamu dengan ratusan penghargaan internasional, yakni Jitet Koestana.

Menurut Ketua PAKYO, Agoes Jumianto, pameran  kali ini merupakan lanjutan dari kesuksesan pameran 2017 lalu yang bertema ‘Kartunistimewa’ di Bentara Budaya. Menurutnya, pameran pada tahun 2017 sekaligus ‘nglumpukke balung pisah’  anggota yang waktu itu sempat terpencar,

“Pameran tahun ini berbeda dengan yang pernah kami gelar 2017 lalu. Kali ini pameran  tidak kami gelar di ruang pameran atau galeri, namun memilih pusat perbelanjaan sebagai ruang unjuk karya, dengan harapan semakin mendekatkan seni kartun kepada lebih banyak lagi masyarakat,” katanya dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Sabtu (03/03/2018).

Dikatakan Agoes, hal ini penting, jika selama ini kartun lebih banyak berinteraksi dengan media cetak, namun di tengah pasang surut penerbitan cetak bersaing dengan dunia media sosial digital, kartun seperti mulai terpinggirkan.

“Banyak sudah media cetak menutup sawah yang biasa ditumbuhi kartun-kartun karya kartunis Indonesia yang terus menjamur,” ungkapnya.

Perbedaan kedua dari pameran sebelumnya, kata dia, dalam pameran 2018 keberagaman karya yang dipamerkan baik dalam bentuk dua dimensi maupun karya instalasi, menuntut anggota PAKYO untuk terus berinovasi melahirkan kebaruan-kebaruan kekinian. Hal ini menurut Agoes sekaligus merubah mindset (pola pikir) kartunis, bahwa kartun tak lagi identik dengan media cetak.

“Sudah saatnya kartun menciptakan media-media baru yang makin merangsang daya pikat penikmatnya,” tukas Agoes.

Agoes menegaskan, PAKYO sebagai paguyuban tertua di Indonesia (1979), memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mencerdaskan bangsa melalui bahasa kartun. Ia berharap pameran kartun kali ini, bisa memberi hiburan segar bagi masyarakat luas,

“Sekaligus menjadikannya destinasi lucu wisatawa di Yogyakarta,” pungkasnya. (kt1)

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga