Kerabat Kasunanan Surakarta Gelar Upacara Nglangse Singep Kelambu Pasujudan Petilasan Selo Gilanglipuro


Prosesi upacara Nglangse Singep Kelambu Pasujudan Petilasan Selo Gilanglipuro. Foto: pri

BANTUL - Masyarakat Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar upacara Nglangse Singep Kelambu Pasujudan Petilasan Selo Gilanglipuro, Selasa (10/04/2018) siang.

Acara yang dihelat mulai pukul 10.00-12.00 WIB tersebut, adalah salah satu upaya menjaga dan merawat Petilasan Selo Gilanglipuro yang merupakan cagar budaya dan diyakini sebagai cikal bakal Kerajaan Mataram.

“Acara ini dilaksanakan sebagai ungkapan syukur kepada Allah, Tuhan Yang maha Esa dengan adanya tempat Petilasan yang mengandung nilai – nilai spiritual Jawa di Bumi Mataram. Kegiatan Nglangse ini juga dilaksanakan sebagai tanda dan wujud untuk memuliakan atau meluhurkan situs Pasujudan Petilasan Selo Gilanglipuro, sebagai tempat turunnya Wahyu Mataram yang pertama,” tutur pegiat Budaya Gilangharjo, Mas Bekel Supriyanto, SE, di sela-sela acara.

Dijelaskan Supriyanto, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendoakan arwah para leluhur yang telah menjadi cecikal, bebakal, tetilar Keraton Mataram, khususnya Eyang Panembahan Senopati. Pada tahun ini, kata Supriyanto, acara Nglangse dilaksanakan oleh Kerabat Kasunanan Surakarta. Menurutnya hal itu karena pihak Kasunanan juga merasa Handerbeni (memiliki) Petilasan (Pasujudan) Selo Gilanglipuro,

“Petilasan Selogilanglipuro ini merupakan tempat tumuruning wahyu Mataram, yang merupakan tempat leluhurnya Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarta. Petilasan ini dibangun pada masa Jaman Kraton Kartosuro yasan Susuhunan Paku Buana II. Dengan adanya acara ini, semakin mendekatkan tali persaudaraan sesama trah Mataram,” kata Supriyanto yang juga perangkat desa.

Dengan Acara Nglangse Singep Kelambu Pasujudan Petilasan Selo Gilanglipuro, Supriyanto berharap dapat membangun kedekatan persaudaraan dan kebersamaan antara Kasultanan Ngayogyakarta dengan Kasunanan Surakarta sehingga dapat menjadi satu saudara dalam menjaga dan melestarikan nilai – nilai Budaya Mataram.    

Acara Nglangse Singep Kelambu Pasujudan Petilasan Selo Gilanglipuro dihadiri oleh Sentono Dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat oleh GKR Galuh Kencono, GKR Koes Murtiyah Wandansari, GKR Retno Dumilah, Poro Pangeran, Poro Kanjeng lan Abdi Dalem dan para juru kunci Kasultanan Ngayogyakarta serta Abdi Dalem dari Kasunanan Surakarta. Dan juga dihadiri oleh Bapak Kapolsek Pandak, jajaran Muspika Kecamatan Pandak, Lurah Desa Gilangharjo, para Pamong Desa, Para Kiyai, Ulama, tokoh agama, serta tokoh warga masyarakat sekitar petilasan Selogilang.

Adapun susunan acara yang dilaksanakan adalah pembukaan oleh pembawa  acara yang tak lain Supriyanto sendiri. Kemudian Sambutan dari Lurah Desa Gilangharjo; Bapak Drs. Pardiyono dilanjutkan Sambutan dari Tepas Kaweganan Pengulon Keraton Ngayogyakarta oleh Mas Wedana Abdul Busaeri.

Setelahnya, ada pangandikan (sambutan) dari Kasunanan Surakarta; GKR Koes Murtiyah Wandansari. Acara dilanjutkan pembacaan Doa dan Tahlil yang dipimpin oleh KH. Muhari.

Masih menurut Supriyanto, ppacara Ngelangsih yang dilakukan oleh Para Gusti dan Sentana Dalem Kasunanan Surakarta, yang sebelumnya lorotan singep langse yang lama akan dicaoske (diberikan) ke Kasultanan Ngayogyakarta lewat Kaweganan Pengulon.    

“Dengan dilaksanakannya acara ini, diharapkan masyarakat Gilangharjo dapat memiliki kesadaran untuk terus melestarikan cagar budaya Pasujudan Petilasan Selo Gilanglipuro, agar terus menjadi pengingat tentang cikal bakal Kerajaan Mataram Jawa,” pungksanya. (kt1)

Redaktur: Rudi F

Berita Terkait

 





Baca Juga