Perwakilan NBA Asia Pasifik Promosikan Sertifikasi Pebasket di Yogyakarta


Perwakilan Jr.NBA bersama Pimpinan Komisi D DPDR, Pejabat Dinas Pemuda dan Olah Raga serta Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Foto: ist

NBA Promosikan Sertifikasi Pebasket di Yogyakarta


YOGYAKARTA
– Perwakilan National Baskelball Association (NBA) penyelenggara kompetisi basket di USA untuk Asia Pasifik, akan melaksanakan program CSR JR.NBA di Yogyakarta.

Informasi tersebut disampaikan Pimpinan Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Antonius Fokki Ardiyanto S.IP usai melaksanakan rapat kerja dengan pengurus JR.NBA, Perbasi (Pengurus Basket), Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Selasa (11/04/2018).

“Program tersebut mempromosikan cara bermain basket yang benar bersertifikat NBA bagi guru dan Siswa sekolah serta atlet, pelatih, dan wasit di Yogyakarta,” kata Fokki.

Fokki menjelaskan, JR.NBA di Indonesia telah berdiri dibeberapa kota, diantaranya Jakarta dan Sumatera Selatan, dan akan didirikan di Yogyakarta. Oleh karenanya, kata dia, dalam rapat kerja pihak JR.NBA menyampaikan akan mengadakan "choaching clinic" pada tanggal 30 April 2018 di GOR Among Rogo, Kota Yogyakarta.

“Dalam acara nantinya menargetkan akan dihadiri oleh Guru Olah Raga se kota Yogyakarta dan sejumlah siswa, atlet, pelatih serta wasit basket. Selain itu, peserta akan mendapatkan modul, kaos, bola, dan sertifikat, serta ada hibah ring basket untuk mendukung perkembangan basket di Yogyakarta,” ujar Fokki.

Kesempatan tersebut, kata Fokki, bisa dimanfaatkan dalam implementasi program Gandeng Gendong yang dicanangkan oleh pemerintah kota Yogyakarta. Fokki berharap acara tersebut nantinya bisa membantu mensejahterakan masyarakat Kota Yogyakarta,

“Hal ini berkorelasi saat acara tersebut diselenggarakan, diharapkan akan mampu menjadikan calon peserta menjadi pemain atau atlet basket sehingga mampu meningkatkan kesejahteraannya,” ungkap Fokki.

Di samping itu, dengan diselenggarakannya acara tersebut, Fokki berharap mampu membangun ekonomi kerakyatan berbasis UMKM yang ada disekitar lokasi atau disekitar kota Yogyakarta pada umumnya.

“Hasil akhir yang diharapkan yaitu dengan adanya tambahan kuantitas dan kualitas atlit basket di Kota Yogyakarta dan sekitarnya, serta dengan diadakannya coaching clinic dan acara serupa mampu membangkitkan aktifitas ekonomi masyarakat sekitar. Dengan demikian konsep gandeng gendong terimplemantasi secara nyata dalam pengentasan kemiskinan di Kota Yogyakarta,” pungkas Fokki. (kt1)

Redaktur: Faisal

Berita Terkait

 





Baca Juga