Atasi Bahaya Asap Rokok, Mahasiswa Kedokteran UNISSULA Sosialisasikan Elang Liar di Dalam Rumah


Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISSULA Semarang sosialisasikan bahaya asap rokok dengan metode ‘Elang Liar di Dalam Rumah’. Foto: Ist

Atasi Bahaya Asap Rokok, Mahasiswa Kedokteran UNISSULA Sosialisasikan Elang Liar

 

SEMARANG –  Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung (UNISSULA) Semarang menyelenggarakan sosialisasi mengatasi bahaya asap rokok  dengan metode ‘Elang Liar di Dalam Rumah’ atau Enam Langkah Hilangkan Asap Rokok di Dalam Rumah.

Ketua Mahasiswa Fakultas Kedokteran ,  Zaky Davidia mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi ‘Elang Liar di Dalam Rumah’ sudah dilaksanakan di Balai Desa Gaji, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (08/04 /2018) yang lalu. Acara bertemakan bahaya asap rokok untuk kesehatan tersebut diikuti 69 peserta dari RT 1 RW 3 Desa Gaji,

“Berdasarkan survei, perokok di desa Gaji sangat tinggi terutama di RW tersebut yang  mencapai 58% dari jumlah warga, sehingga dinilai perlu diadakan penyuluhan Elang Liar di Dalam Rumah,” katanya, Sabtu (14/04/2018).

Dikatakan Zakky, Sosialisasi di Desa Gaji Sabtu yang lalu melibatkan 14 mahasiswa Fakultas kedokteran UNISSULA dari Program Studi (Prodi) profesi dokter bagian ilmu kesehatan masyarakat dan 62 mahasiswi prodi kebidanan.

Salah satu  tim sosialisasi mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISSULA, Wayudi Bambang Sukoco menambahkan, tema merokok diangkat mengingat masih banyak masyarakat yang belum memahami bahaya asap rokok,

Dijelaskan dokter muda yang akrab disapa Bamsu ini,  acara sosialisasi terdiri dari enam  kegiatan yaitu TERKAM (Tenda kesehatan masyarakat), SASAR ( senam kesehatan dan kebugaran), PANTAU (penyuluhan dan talkshow), CAKAR (Camilan penangkar rokok), DERAB (dekkarasi rumah bebas asap rokok) dan WASPADA (Workshop kesehatan desa),

“Animo masyarakat dengan kegiatan tersebut sangat tinggi, sehingga harapan kami dengan acara tersebut pengetahuan warga masyarakat tentang bahaya yang diakibatkan asap rokok meningkat, sekaligus dapat mengurangi tingginya angka perokok di kampung teresebut,” harap Bamsu. 

Namun demikian Bamsu mengungkapkan, tidak dapat dipungkiri jika saat ini banyak ditemui generasi muda yang masih kategori remaja menjadi perokok aktif. Hal itu menurutnya karena pertumbuhan sedang menuju ABG  (Anak Baru Gede).

“Mereka mencoba untuk merokok, harapannya dengan kegiatan ini jagan sampai berlebihan atau ketagihan, karena akan berdampak buruk bagi kesehatan diri seniri dan orang di sekitarnya,” tukas Bamsu.

Diinformasikan Bamsu, dalam acara sosialisasi ‘Elang Liar di Dalam Rumah’ dihadiri Kepala Desa Gaji, Kepala Puskesmas Guntur 2, dan dosen pembimbing  Fakultas Kedokteran UNISSULA.

“Beliau semua menyambut baik kegiatan sosialisasi, sehingga harapanya kegiatan tersebut dapat berlanjut secara periodik,” pungkas Bamsu. (rd)

 

Redaktur: Ja’faruddin. AS

 

Berita Terkait

 





Baca Juga