Batik Karya Designer Yogyakarta Akan Ditampilkan dalam Muslim Fashion Festival


Peragaan busana batik karya designer Yogyakarta oleh model. Foto: ist

YOGYAKARTA - Sebuah kolaborasi antar negara akan di tampilkan dalam Muslim Fashion Festival (Muffest) di Jakarta 20 April mendatang. Sepuluh Karya dari desainer Yogyakarta menggunakan Produk Benang Cupro Bemberg Jepang menampilkan karya Iffa M Dewi dari Sogan Batik, Cicik Mulyaningtyas dari Nakula Sadewa Batik, Essy Masita dari Maharani Persada, Uzy Fauziah dari DJ by Uzy dan Nuri N Hidayati dari Marenggo Batik. Sementara karya dari Jepang akan membuat produk Kimono Batik.

Karya fashion perpaduan antara Art Batik, Fashion dan Tenun ini merupakan jalinan kerjasama dari hilir ke hulu antara perajin dan pengusaha ke dua negara yang kali ini berekapresi menggunakan bahan baku Bemberg Beyond Silk. Serat Bemberg diproduksi oleh pabrik benang di Osaka Jepang yakni Asahi Kasei Corporation. Dalam kolaborasi ini dibutuhkan 1 ton bahan baku.

Para desainer ini menampilkan karya dengan mengolah dan mengkolaborasikan produk batik maupun tenun dengan menggunakan bahan Serat Bemberg dan Benang Bemberg maupun Kain Bemberg.

Kolaborasi ini diprakarsai oleh Kuroda Masato seorang tenaga ahli dari Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) yang khusus konsen dalam pengembangan Local Product Promotion di negara-negara Asia khususnya Indonesia.

Menurut Iffa M Dewi dari Sogan Batik, karyanya yakni Batik Sogan bernama Motif Rejodani mengangkat sisi kearifan lokal kampung Rejodani, Sleman Yogyakarta. Pada karya batik motif Rejodani dengan berciri nuansa Islami menceritakan juga kepahlawanan rakyat Rejondani dengan motif tumbuhan, satwa dan alam.

“Karya ini menjadi karya batik yang berasal dari kain sutra halal, selama ini Sogan menampilkan karya karya dari banyak negara dunia islam, sekarang menampilkan desa rejodani tempat asal Sogan. Yang membedakan sekarang katun yang berkarakter sutra yang kita gali lagi motif di Rejodani seperti batik, kebudayaan, dan potensi-potensi yang ada disana, misalnya ponpes zuriyah. Dimana produksi sogan juga konsen dibidang agama,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Senin (16/04/2018).

Iffa menceritakan, kampung Rejodani adalah pusat tentara pelajar sebab disana ada Monumen Tentara Pelajar dari 11 pahlawan. Menurutnya semangat itu yang komunitasnya bagikan lagi karena banyak kisah kisah disana yang mampu menginspirasi, diantaranya dengan adanya rintisan rintisan taat untuk menghidupkan lagi kegiatan agama.

“Selain akan ditampilkan dalam Muslim Fashion Festival 20 April mendatang, sekitar 20 Karya kelima designer tersebut akan ditampilkan pada pameran Inacraft 2018 pada 25 sampai 29 April 2018 di area Both no 90, 91, 92 dan 93 Jakarta Convention Center,” ujarnya. (kt1)

Redaktur: Fefin Dwi S

Berita Terkait

 





Baca Juga