Elemen Masyarakat di Gedangsari Ikuti Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan


Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul. Foto: Ja'faruddin. AS

GUNUNGKIDUL - Perwakilan dari berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul mengikuti kegiatan 'Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan' di Aula Kantor Kecamatan Gedangsari, Senin (17/07/2018).

Dalam acara yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANG POL) Pemda DIY tersebut, hadir lima pembicara dari unsur TNI-Polri, Pemerintah daerah, DPRD DIY dan akademisi.

Adapun kelima pembicara adalah Sekretaris Umum Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara (PSPBN) UIN Sunan Kalijaga, Dr. Masroer, M.Si; anggota DPRD DIY dari Komisi A, Slamet; Camat Gedangsari, M. Imam Santoso; Danramil Gedangsari, Kapt. Marsimin dan Kanit Reskrim Mewakili Kapolsek Gedangsari, AKP. Suparno;

Dalam paparannya, Dr Masroer menjabarkan sosialisasi Empat Konsensus Dasar Bernegara, yaitu (1) Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara, (2) Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi Negara dan ketetapan MPR, (3) Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk Negara dan (4) Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara.

Menurut Masroer, Pancasila sebagai dasar sekaligus ideologi negara sudah menjadi bagian dari Bangsa Indonesia. Namun saat ini, kata dia, banyak paham-paham radikal yang mencoba menggantikan Pancasila yang juga merupakan konsensus para founding father (pendiri bangsa) Indonesia,

"Oleh karenanya sangat penting bagi segenap elememen bangsa untuk kembali melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya yaitu semangat gotong royong, seperti yang masih terpelihara di Gedangsari ini," ujarnya.

Hadir dalam acar tersebut, Kepala Kesbangpol Pemda DIY, Drs. Agung Supriyanto, SH. Menurut Agung, kegiatan 'Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan' akan diselenggarakan di seluruh kecamatan di wilayah DIY,

"Kegitan ini salah satu tujuannya adalah untuk menangkal paham-paham radikal yang merongrong Pancasila dan NKRI," tandasnya. (rd)

Redaktur: Ja'faruddin.AS


 





Baca Juga