Senin, 29/10/2018 17:48 WIB | Dibaca: 159 kali

Ratusan Pemanah Ikuti Lomba Jemparingan Perebutkan Piala Danrem


Lomba jemparingan tingkat nasional Piala Danrem 072/Pmk di lapangan Panahan Jl.Kenari Yogyakarta. Foto: ist

YOGYAKARTA – Lomba memanah tradisional atau Gladen Hageng Jemparingan Ngayogyakarta tingkat nasional digelar di Lapangan Panahan Jalan Kenari Yogyakarta, Minggu (28/10/2018) sukses digelar.

Lomba yang diselenggarakan atas kerjasama Kodim 0734/Yogyakarta dan Dinas Kebudayaan Pemerintah Kota Yogyakarta (Dinbud Pemkot Jogja) tersebut mendapat antusiasme peserta. Lomba yang memperebutkan Piala Danrem 072/Pamungkas dan hadiah total senilai Rp 13,5 Juta tersebut diikuti 315 orang tingkat dewasa dan 86 orang tingkat anak-anak.

Danrem 072/Pmk Brigjen TNI Muhammad Zamroni mengatakan, lomba Jemparingan dilaksanakan masih dalam rangka peringatan Hut ke-73 TNI dan HUT ke-68 Kodam IV/Diponegoro serta HUT ke-202 Kota Yogyakarta.

Dalam sambutannya Zamroni mangatakan, pelaksanaan lomba yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, sehingga selain untuk melestarikan budaya juga sekaligus  untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan,

“Lomba jemparingan yang dilaksanakan di hari peringatan sumpah pemuda ini selain untuk mewarisi nilai-nilai budaya bangsa kita, sekaligus mewarisi semangat Sumpah Pemuda untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan. Maksud lomba ini adalah melestarikan nilai-nilai budaya bangsa yang positif bagi pembangunan karakter manusia Indonesia yang patriotik, nasionalis dan mencintai budaya bangsanya,” katanya saat membuka acara kemarin.

Dikatakan Zamroni, jiwa sportifitas dan kemampuan para atlet jemparingan berhubungan langsung dengan kemampuan untuk membela bangsa dan membela budaya kita. Lomba Jemparingan ini, kata dia, sangat positif sekali karena ini berhubungan dengan sikap kemampuan seorang kesatria memanah.

“Kemampuan ini harus tetap dilestarikan dan alat panah ini tradisional tapi juga efektif, suatu saat juga ini bisa menjadi senjata pamungkas, artinya kemampuan-kemampuan ini harus kita tingkatkan. untuk itulah Pemerintah kota dan korem 072/Pmk memandang positif lomba ini guna mewarisi nilai-nilai budaya bangsa untuk kemampuan bela negara warga masyarakat Yogyakarta,” ujarnya.

Jemparingan menurutnya juga sangat unik karena menggunakan senjata panah tradisional yang dominan menggunakan perasaan dalam membidik sasaran,

“Artinya apabila membidik dengan perasaan itu kalibernya sudah tingkat tinggi, perasaannya sudah menyatu dengan alat yang mereka miliki ini filosofinya tinggi sekali dan kemampuannya sudah paripurna, karena dengan perasaan saja mereka dapat membidik sasaran dengan tepat,” ungkapnya.

Selain diikuti oleh masyarakat umum, lomba Jemparingan juga diikuti oleh anggota TNI, antara lain turut ambil bagian adalah Kolonel Arm Indro Respati Staf Ahli Pangdam IV/Diponegoro dan Kolonel Jati Sapto dari Kodam III/Siliwangi.

Acara pembukaan lomba Jemparingan dilanjutkan dengan pemukulan Gong dan pelepasan anak panah oleh Komandan Korem 072/Pmk yang diikuti oleh pejabat Forkopimda Kota Yogyakarta diantaranya Wakil Walikota Yogya, ketua DPRD Tk II Yogyakarta, Kepala Kejaksaan Negeri Yogyakarta, Perwakilan dari Polresta Yogyakarta dan Dandim 0734/Yka.

Adapun pemenang lomba Jemparingan katogori anak-anak putra juara pertama Helmi Marto dan juara dua doraih oleh Irvan dari SDIT. UI. Sementara Juara ketiga diraih oleh Naubel dari SDIT UI.  Untuk Katagori anak-anak putri juara pertama diraih oleh  Alvian Sas, juara kedua diraih oleh Anya marto dan juara Ketiga diraih oleh Anca Sas.

Untuk katagori dewasa Putra Juara Pertama diraih oleh Sumarno dari Bantul, juara kedua Jack Suryawarasta dan Juara Ketiga diraih oleh Mujianto dari Klaten. 

Untuk katagori dewasa Putri Juara Pertama diraih oleh Ninik Suryawasta, Juara Kedua diraih oleh Sukarsi Wonopati dan Juara Ketiga diraih oleh Intarti. 

Hadiah untuk para juara diserahkan oleh Dandim 0734/Yogyakarta Letkol Inf Bram Pramudia S.E. (kt1)

Redaktur: Faisal


 





Baca Juga