Rabu, 07/11/2018 19:27 WIB | Dibaca: 191 kali

Hadiri AICC, Sri Sultan Tawarkan Kemudahan Investasi di DIY


Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menghadiri Forum Diskusi American-Indonesian Chamber of Commerce (AICC) di Yale University. Foto: ist

NEW HAVEN– Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terbuka untuk investasi dari luar negeri, dengan ketersediaan tenaga kerja terampil dan terdidik. Selain itu, Pemerintah DIY juga memberikan jaminan kepastian hukum serta kemudahan proses investasi.

Hal tersebut disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X,  saat memberikan sambutan dalam forum diskusi American-Indonesian Chamber of Commerce (AICC) di Yale University, New Haven, Connecticut, Amerika Serikat, Rabu (07/11/2018).

“Dalam konteks investasi, kepemimpinan yang menjadi salah satu keistimewaan DIY, disertai Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 25 tahun yang definitif, menjadi jaminan keamanan, kepastian hukum dan kemudahan proses investasi,” tutur Sri Sultan, sebagaimana dikutip dari keterangan pers Humas Pemda DIY.

Dalam pemaparannya, Sri Sultan  menjabarkan arah kebijakan pembangunan ekonomi dan peluang investasi di DIY. Sri Sultan mengungkapkan, visi Pemda DIY 2017-2020 ialah ‘Menyongsong Abad Samudera Hindia untuk Kemuliaan Martabat Manusia Jogja’, dan punya misi ‘Panca Mulia’. 

Menurutnya terdapat tiga pilar sumber daya penyangga ekonomi DIY, yakni Kebudayaan, Pendidikan dan Pariwisata. Ketiga pilar tersebut membentuk karakter pekerja yang taat aturan,

“Upah pekerja di DIY pun kompetitif dan tidak suka ikut-ikutan berdemonstrasi. Untuk itu, marilah ke Timur untuk investasi, dan selamat datang di Yogyakarta,” kata Sri Sultan meyakinkan.

Diinformasikan, Sri Sultan HB X tengah melakukan lawatan ke Amerika Serikat bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) DIY dan beberapa anggota DPRD DIY, pajabat Dinas Kebudayaan DIY, Kraton Yogyakarta dan tim kesenian.

Selain menghadiri diskusi AICC, dalam kunjungannya ke Amerika, Sri Sultan dijadwalkan akan

menghadiri Konferensi Pusat Studi Asia Tenggara di Universitas Yale, kemudian menghadiri Launching TTI Program oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York di Times Square, Kamis (08/11). Sri Sultan juga akan melakukan pertemuan dengan masyarakat Indonesia yang ada di New York.  (kt1)

Redaktur: Faisal

 


 





Baca Juga