Kunjungi Kantor Pos Kalasan, Siswa SPS An Nurumi Dikenalkan Sejarah POS Indonesia


Anak-anak SPS An Nurumi berkunjung ke Kantor Pos Cabang Kalasan. Foto: Fefin

SLEMAN – Siswa Pendidikan Anak Usia Dini dari Satuan PAUD Sejenis An Nurumi, Bendan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengunjungi Kantor Pos Indonesia Cabang Kalasan, Kamis (31/01/2019) pagi. Didampingi para pendidik dan petugas Kantor Pos Kalasan mereka belajar tentang benda-benda Pos, pekerjaan petugas Pos, hingga sejarah Pos Indonesia.

Kepala sekolah SPS An Nurumi, Purwadi mengatakan, kunjungan tersebut adalah salah satu dari kegiatan pembelajaran di luar kelas di SPS An Nurumi. Menurutnya, dipilihnya Kantor Pos karena sesuai dalam tematik mengenal alat komunikasi dan profesi,

“Seiring teknologi yang semakin berkembang, kami juga ingin mengenalkan anak anak tentang surat menyurat dan mengirim surat ke Kantor Pos, sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air untuk turut melestarikan Kantor Pos yang memiliki sejarah panjang di Indonesia,” kata Purwadi disela-sela kunjungan.

“Selain itu pembelajaran karakter tentang cinta tanah air, budaya mengantri, dan budi pekerti juga kami terapkan saat kegiatan ini,” sambungnya.

Anak anak nampak antusias mengikuti petugas Kantor Pos yang ramah, saat memberikan penjelasan tentang sejarah Kantor Pos, produk dan alat-alat untuk mengirim surat, serta proses mengirim surat.

Sementara itu, Kepala Kantor Pos Cabang Kalasan (PT. POS INDONESIA, Tbk), Shinta Utami, S.H menyambut baik kegiatan SPS An Nurumi. Menurutnya, produk utama yang ditunjukan kepada anak-anak antara lain perangko, materai, kartu pos dan pengenalan mengenai produk dan pelayanan Kantor Pos,

“Selama ini orang tahunya Kantor Pos hanya untuk kirim surat dan paket, tapi sebenarnya kita sudah multitalent. Kami juga melayani jasa keuangan seperti pengiriman uang serta pengambilan pensiun. Kantor pos juga ada di seluruh Indonesia jadi lebih memudahkan masyarakat untuk menjangkaunya,” ujarnya.

Dikatakan Shinta pengenalan dan edukasi tentang Kantor Pos untuk anak usia dini, dinilai penting sekali. Selain mengajarkan Anak Usia Dini dalam mengenal sejarah Kantor Pos sebagai badan usaha jasa pengiriman pertama di Indonesia, sekaligus mengajak anak untuk tetap melestarikannya.

“Eksistensi Kantor Pos tidak kalah saing dengan jasa pengiriman maupun ekspedisi lainnya, apalagi Kantor Pos sudah lama sekali berdiri sejak jaman neneknya anak-anak dan itupun saat ini masih berdiri dan masih juga berkembang mengikuti perkembangan jaman,” jelasnya.

Shinta juga mengaku terkesan dengan anak-anak PAUD An Nurumi. Menurutnya, walaupun masih kecil, tapi bisa mengenal, mengikuti, dan menanggapi petugas yang memandu,

“Tadi anak-anak antusias. Mereka jadi tahu Kantor Pos kayak gini. Prosesnya surat menyurat itu juga tahu, nanti kita menulis surat dimana lalu surat itu oleh petugas diproses bagaimana, dan mengirim surat itu membutuhkan apa saja. Sekaligus mengenal profesi petugas Kantor Pos. Nanti mereka jadi tahu dan punya gambaran sejak kecil tentang Kantor Pos, fungsi Kantor Pos, tugas profesi petugas di Kantor Pos, dan peralatan yang digunakan petugas Kantor Pos,” bebernya.

Shinta berharap, kurikulum yang digunakan untuk pembelajaran PAUD diantaranya pengenalan tentang alat komunikasi seperti Kantor Pos, tetap dikembangkan,

“Kantor Pos di seluruh Indonesia membuka diri pada anak sekolah semua usia termasuk PAUD, kami terbuka dalam kunjungan dari pihak manapun,” pungkasnya. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati

 

 


 





Baca Juga