Yogyakarta Masuk Daftar Rawan Konflik Pemilu, Ponpes Fadlu Robbi Doa Bersama dan Deklarasi Damai


Deklarasi Pemilu damai di Ponpes Fadlu Robbi Karakan 04. Foto: Ja'faruddin. AS
 
SLEMAN – Ratusan Masyarakat dan Keluarga besar Santri Pondok Pesantran (Ponpes) Fadlu Robbi Karakan 04, Sidomoyo, Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar doa bersama dan deklarasi Pemilu damai, Sabtu (09/02/2019) malam.
 
Pengasuh Ponpes Fadlu Robbi, KH. Jinanudin mengatakan, kegiatan bertemakan ‘doa bersama Ponpes Fadlu Robbi Karakan untuk Bangsa dan Negara, demi Terwujudnya Pemilu 2019 yang Aman, Jujur dan Berintegritas, serta Menolak Berita hoax’,  dilaksanakan sebagai upaya memohon kepada Allah SWT agar dalam Pemilu 2019 nanti, Yogyakarta, khususnya Sleman tetap aman dan damai.
 
Dikatakan Jinanudin, menurut informasi Mabes Polri, DIY masuk dalam daftar  daerah rawan konflik Pemilu 2019, selaian Sumatera Utara, Solo, dan Sulawesi Selatan. Hal itu, kata dia, menjadi peringatan supaya masyarakat Yogyakarta lebih meningkatkan kebersamaan dan kerukunan untuk menjaga keamanan serta kenyamanan Yogyakarta,
 
“Semoga dengan doa bersama dan deklarasi pemilu damai ini, nanti pemilu 2019 di Yogyakarta berlangsung aman. Jangan sampai karena beda pilihan kita terpecah belah, apalagi sampai membuat rusak citra Yogyakarta yang aman nyaman, dan damai ini. Pemilu sesungguhnya bertujuan mulia untuk memilih pemimpin dan demi kemajuan bangsa dan negara,” katanya usai deklarasi.
 
Menurut  Jinanudin, salah satu yang menyebabkan masyarakat terpecah belah jelang Pemilu 2019 adalah karena banyak beredar berita bohong atau Hoax, fitnah, serta ujaran kebencian. Hal tersebut dinilainya bisa membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
 
Oleh karena itu,  masyarakat dan keluarga besar Ponpes Fadlu Robbi Karakan 04 menggelar deklarasi dan menyatakan sikap untuk melaksanakan Pemilu 2019 yang aman, damai dan berkualitas.
 
Adapun pernyataan yang diikrarkan bersama adalah:
 
1.    Siap selalu setia kepada negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
2.    Kami akan selalu menjaga toleransi di tengah-tengah  kehidupan bermasyarakat.
3.    Kami akan mendukung dan turut  menciptakan terselenggaranya Pileg dan Pilpres 2019 yang aman, damai, jujur, adil dan  demokratis.
4.    Kami menolak  segala bentuk berita bohong atau hoax, ujaran kebencian,  yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, dan
5.    Kami akan selalu  berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat demi terwujudnya situasi aman dan damai di wilayah Yogyakarta.
 
Setelah dilaksanakannya doa bersama dan deklarasi Pemilu damai, Jinanudin berharap warga dan keluarga Besar Ponpes Fadlu Robbi Karakan 04 nantinya akan mengajak  masyarakat di lingkungan Ponpes untuk tetap menjaga silaturahmi, menyukseskan Pemilu yang aman dan damai.
 
Jinanudin yang juga Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman  juga berharap masyarakat umat Islam, khususnya kalangan nahdliyin (Nahdlatul Ulama) serta semua umat beragama lainnya untuk menggelar acara serupa,
 
“Setelah ini, In syaa Allah pada 6 April kita menyelenggarakan haflah attasyakur Penpes Fadlhu Robbi, lebih banyak lagi dari ini, peserta ribuan, untuk mendoakan keselamatan bangsa Indonesia. Kami juga akan meminta santri untuk menyebarkan pesan Pemilu damai kepada teman-temannya, kepada keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya. Harapannya masyarakat, khusunya kalangan nahdliyin juga bisa menyelenggarakan doa bersama dan deklarasi Pemilu damai. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan malam ini akan dikabulkan Allah SWT. Aamiin,” harapnya.
 
Sementara itu salah satu santri Ponpes Fadlu Robbi Karakan 04,  Muhamad Yazid Masduqi mengatakan, meskipun santri Ponpes Fadlu Robbi Karakan 04 tidak aktif di Media Sosial (Medsos) dan tidak aktif dalam politik praktis, namun memiliki komitmen untuk mewujudkan Pemilu yang aman dan damai tanpa hoax, fitnah serta ujaran kebencian,
 
"Harapannya setelah kegiatan ini para santri lebih berhati-hati dalam menerima informasi dari teman-temannya yang mungkin aktif di Medsos agar tidak ikut-ikutan termakan berita hoax. Para santri juga diharapkan turut mensukseskan Pemilu yang damai dan aman demi terjaganya persatuan Indonesia," harapYazid  (rd)
 
Redaktur: Ja'faruddin. AS

 





Baca Juga