Bapas Yogyakarta Launching Ruang Pamer dan Buku Panduan Klien Serta MoU dengan BNNP DIY


Kakanwil Kemenkumham DIY, Krismono menendatangani prasasti peluncuran ruang pamer Bapas Yogyakarta. Foto: Hennyra

YOGYAKARTA - Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Yogyakarta melaunching ruang pamer dan buku pedoman bimbingan untuk klien balai pemasyarakatan serta memandatangi Memorandum of Under Standing (MoU) dengan BNNP DIY,  Selasa (12/03/2019) siang.

Launching ditandai penandatanganan prasasti oleh Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta (Kakanwil Kemenkumham DIY), Krismono. Dalam sambutannya, Krismono mengatakan bahwa diluncurkannya ruang pamer adalah bukti keberhasilan Bapas Yogyakarta dalam melakukan pembimbingan kepada klien pemasyarakatan,  

“Ruang pamer ini memamerkan hasil usaha klien Bapas yang telah berhasil dipasarkan di masyarakat , dan berharap seluruh Bapas di indonesia mencontoh karya ini,” harapnya.

Kepala Bapas Yogyakarta, Muhammad Ali Syeh Banna mengatakan, selain acara launching ruang pamer, juga peluncuran buku pedoman untuk klien dimana buku tersebut dapat menjadi acuan pembimbingan klien untuk dapat mengikuti  sesuai keahlian dan ketertarikan klien,

“Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan BNNP DIY. Bapas akan menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam acara ini Bapas Yogyakarta mengundang Forkominda Kota Yogyakarta, BNNP DIY, BNN kota Yogyakarta, BNN Sleman, Dinas Sosial Kota Yogyakarta dan instansi terkait lainnya dengan program Bapas. Selain itu, acara juga dihadiri jajaran UPT Kanwil Kemenkumham DIY, Tak hanya itu, PK Madya dari Bapas Purwokerto, Idam,  secara khusus hadir untuk mengetahui tentang inovasi-inovasi Bapas Yogyakarta.

Dalam pembuatan ruang pamer, Bapas Yogyakarta melibatkan klien yang seorang seniman. Ia turut menyumbangkan karya mural nya.

Klien yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan bahwa sangat terhormat dilibatkan dalam perencanaan ruang pamer Bapas Yogyakarta,

“Saya bangga karya saya bisa menjadi sesuatu hal yang bisa mewakili Bapas Yogyakarta sebagai barometer Bapas Indonesia,” ucapnya.

Para tamu undangan yang hadir tampak terkesima dengan produk dan kegiatan Klien Bapas yang juga didemokan yaitu therapy doa, usaha angkringan, pembuatan telor asin, dan pembuatan keramik  dari kulit telor,

“Hasil produk yang dipajangpun habis terjual oleh tamu undangan. Ini merupakan support besar untuk Klien Bapas Yogyakarta,” kata Ali Syeh. (hen)

Redaktur: Fefin Dwi S

 

 


 





Baca Juga