Persiapkan Talenta Muda untuk Event Nasional, Liga Muda FOPSSI U11 DIY Digelar


Talenta-talenta muda dari berbagai SSB bertanding dalam Liga Muda FOPSSI U11 DIY Tahun 2019 di Lapangan RSPAU dr. Hardjolukito Yogyakarta. Foto: Ja'faruddin. AS

YOGYAKARTA - Forum Pembina Sekolah Sepak Bola Indonesia (FOPSSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Liga Muda FOPSSI U11 DIY Tahun 2019 Selasa (23/04/2019) hingga Kamis (25/04/2019) di Lapangan RSPAU dr. S Hardjolukito Blok O Kompleks TNI AU Adi Sucipto, Jl. Raya Janti Yogyakarta.

Ketua FOPSSI DIY, Isma Usman mengatakan event digelar untuk mendukung program pembinaan usia dini Assosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) DIY. Menurutnya turnamen usia dini setiap tahun diputar. Dipilihnya anak usia 11 tahun karena jenjang diatasnya sudah ada,

“Kalau piala berjenjang, piala Menpora (Menteri Pemuda dan Olah Raga) itu ada (Usia) 12, 14, 16, U21. Sekarang tambah yang baru U17 Sepakbola Wanita, mulai tahun ini,” katanya disela kegiatan.

Dikatakan Isma, FOPSSI ditunjuk pihak Kemenpora menjadi operator Liga Mahasiswa, sehingga liga U 11 FOPSSI ini nantinya akan dikawinkan saat perhelatan Liga Mahasiswa Nasional. Liga Liga Muda FOPSSI U11 DIY Tahun 2019 ini, juga rekomendasi dari Kemenpora,

“Ini juga endingnya ke nasional. Kebetulan tahun ini tuan rumahnya Jogja, baik liga mahasiswa maupun liga muda FOPSSI nasionalnya di Yogyakarta. Nah, tujuan kita ke arah sana, mudah-mudahan dengan seperti itu nanti talenta-talenta muda kita ini bisa menjadi harapan untuk jadi Timnas,” ujarnya.

Isma menjelaskan, Liga Muda FOPSSI U11 DIY Tahun 2019 diikuti 32 tim se-DIY. Untuk masing-masing Sekolah Sepak Bola (SSB) maksimal 2 tim yang diikutsertakan bertanding. Dalam Liga Muda FOPSSI U11 ini dibagi delapan group, dimana 1 group ada 4 tim,

“Dalam Liga ini nanti akan ada juara 1,2,3,4, top scorer, sama best player,” tukasnya.   

Setelah nanti selesai babak penyisihan, urutan 1 hingga 2 masuk ke fase champion, sedangkan urutan 3 dan 4 masuk fase flate. Menurutnya sistem seperti ini baru pertama kali dicoba di Yogyakarta,

“Jadi sampai hari terakhir pun anak-anak ini masih terus bermain. Jadi tidak ada yang gugur. Setelah masuk champion dan flate, baru nanti ada sistem gugur. Baru tahap ini kita adakan. Kita lihat animonya juga cukup banyak, mungkin yang akan datang bisa kita perbaiki lebih bagus,” imbuhnya.

Ditambahkan Isma, Liga Muda FOPSSI U11 sudah digulirkan di semua daerah di Indonesia. Nantinya, kata Isma, output liga di tingkat daerah akan dipertandingkan di tingkat nasional yang rencananya akan digelar di Yogyakarta dalam waktu dekat,

“Untuk waktunya belum ditentukan. Nanti kita akan mengakomodir 64 tim dari 34 provinsi di Indonesia,” imbuhnya.

Untuk jangka pendek, Isma mentargetkan telenta muda hasil Liga U11 kali ini masuk ke turnamen nasional, sedangkan kemungkinan pembentukan tim untuk laga ke ke luar negeri melihat peluang yang ada,

“Kalau ada pembentukan tim untuk ke luar negeri nanti sambal jalan, karena keberadaan kita ini baru masuk tahun ke 2. Namun untuk turnamen nasional, DIY optimis juara nasional karena potensi kita cukup bagus,” tandasnya.

Sementara itu Pembina FOPSSI DIY, Sugiyanto Harjo Semangun mengatakan, Liga Muda FOPSSI U11 DIY Tahun 2019 diharapkan mampu mencetak atlet-atlet sepak bola yang memiliki kedisiplinan dan nasionalisme yang tinggi sehingga mampu bersaing dengan atlet-atlet sepak bola bangsa lain,

“Indikator negara maju ada tiga, yaitu memiliki disiplin tinggi, SDM (Sumber Daya Manuisa) berdaya saing, dan nasionalisme yang kuat. Saya berharap pada liga level usia dini ini akan terbentuk atlet yang memiliki disiplin tinggi, karakter yang bagus, serta sportivitas yang tinggi. Anak-anak ini diharapkan ikut proses berjenjang, sehingga menjadi matang,” harapnya.

Disamping itu, Sugiyanto juga berharap, dari kegiatan FOPSSI ini terbentuk nasionalisme baru dari anak usia dini dalam dunia persepakbolaan. Sebab, kata dia, sepakbola adalah salah satu yang menumbuhkan nasionalisme,

“Coba kita lihat kalau Indonesia lawan Malaysia. Ndak ada suporter PSIM ndak ada suporter PSS adanya Indonesia. Di situ terbentuk nasionalisme. Semua sama untuk kemenangan Indonesia. Jika anak-anak itu mempunya disiplin tinggi mempunyai nasionalisme tinggi, saya yakin anak-anak ini dikemudian hari akan menjadi sumber daya yang handal,” tuturnya.

Sementara itu, Executive Commite (Exco) Asprov PSSI DIY bidang Pembinaan Usia Muda, Saptuhari mengatakan, Asprov PSSI DIY memang tengah mencanangkan program Pembinaan Usia Muda dengan memperbanyak event seperti Liga Muda FOPSSI U11,

“Khusus untuk program jangka pendek kami memang memperbanyak dari pembinaan usia muda,” ujarnya.

Dijelaskan Sabtu, event-event seperti Liga Muda FOPSSI U11 memang penyelenggaranya di luas Asprov PSSI DIY, namun mendapatkan rekomendasi dari Asprov PSSI DIY. Hal itu menurutnya menjadi sinkron dengan program Asprov PSSI DIY yang akan menyetel kompetisi usia muda.

Meski belum ditentukan waktunya, namun Sabtu memastikan setelah pelantikan pengurus baru Asprov PSSI DIY, akan diputar Liga atau turnamen usia 13, 15, 17 atau usia ganjil. Menurutnya event-event usia ganjil diutamakan. Sedangkan untuk event-event di luar Asprov PSSI DIY kedepannya diutamakan yang usia genap 10 ,12,14, sehingga tidak akan berbenturan dengan agenda dan program Asprov PSSI DIY,

“Yang seperti ini (di luar Asprov PSSI DIY) kan kebanyakan bekerjasama dengan Kemenpora. Banyak sekali event-event seperti ini,” ujarnya.

 “Jadi nanti masing-masing Askab/Askot akan mengirimkan 2 atau 3 club untuk ditarungkan di tingkat Asprov DIY. Nanti tinggal ngambil dari pemain-pemain ini (Liga 11) saja, jadi tidak akan pernah putus.  Asprov akan ada event lanjutan setelah ini,” tutup Sabtuhari. (rd)

Redaktur: Ja'faruddin. AS

Berita Terkait

 





Baca Juga