Uji Petik Assesment Empat Dimensi oleh Petugas Bapas Harapkan Dukung Program Presiden Kerja Keras, Kerja Cepat dan Kerja Produktif


Uji Petik Assesment Empat Dimensi oleh Petugas Bapas Harapkan Dukung Program Presiden Kerja Keras, Kerja Cepat dan Kerja Produktif ,(Foto:Hen)

KUPANG - United Nations Office Drugs and Crime (UNODC) kembali mengadakan kegiatan Piloting Of Revised Classification and Assesment Tolls by Parole and Probation Officers(Ujicoba Revisi Klasifikasi Alat Penilaian Oleh Petugas Balai Pemasyarakatan) Gelombang ke- III yang kali ini dilaksankan di Indonesia bagian Timur di Hotel Eltari, Kupang, Senin(18/11/2019).

Dalam sambutannya UNODC yang diwakili oleh Antonia Mayaningtyas mengatakan bahwa kegiatan yang melibatkan Balai Pemasyarakatan(Bapas) di indonesia ini adalah gelombang ke tiga yang sebelumnya telah dilaksanakan di pangkal pinang dan Balikpapan.

"Diharapkan ujicoba atau uji petik ini bisa mempercepat petugas Bapas dalam melaksanakan assesment sehingga mempercepat penempatan Klien sesuai dalam klasifikasi masing masing semula 5 Dimensi di sempurnakan menjadi 4 dimensi yaitu Dimensi Resiko, Dimensi Keselamatan, Dimensi Stabilitas dan Dimensi masyarakat," Katanya.

"Kegiatan ini dilaksanakan selama satu minggu sejak tanggal 18 November 2019 sampai dengan 22 November 2019, diikuti oleh 26 peserta yaitu 23 PK dari 23 Bapas dan 3 JFU dari Direktorat Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak," imbuhnya.

Kepala Sub Direktorat Jenderal Penelitian Kemasyarakatan Esti Wahyuningsih mewakili Direktur Bimbingan Kemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menyampaikan bahwa Jabatan Fungsional tertentu(JFT) Pembimbing Kemasyarakatan(PK) baru terbentuk di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

"JFT PK di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan adalah hal baru, jadi segala sesuatunya perlu penyempurnaan untuk instrumen instrumen tertentu, diharapkan bahwa penyempurnaan ini mendukung program atau slogan Presiden Republik Indonesia yaitu Kerja Keras, Kerja Cepat dan Kerja Produktif," ungkap nya .

Dalam kesempatan terpisah Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta (Bapas Jogja) Muhammad Ali Syeh Banna mengatakan bahwa diskusi dalam kegiatan Uji Petik Assesment ini sangat baik dan melibatkan perwakilan PK dari Seluruh Indonesia sehingga bisa merumuskan yang terbaik untuk kedepannya menghasilkan kerja yang cepat dan produktif.

"Sebagai Kepala Bapas tentunya pihak kami sangat mendukung kegiatan ini yang melibatkan PK, tujuan kegiatan uji petik ini sangat membantu kinerja PK dikemudian hari dan menghasilkan kerja yang maksimal, cepat dan produktif," tuturnya.

Bapas Jogja mengirimkan satu wakil PK untuk mengikuti kegiatan gelombang ke - III ini yaitu Diah Rosanita Wiijaya, Dihubungi pada hari kedua kegiatan, Selasa(19/11/2019) Diah Mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuknya secara pribadi menambah pengalaman, secara menyeluruh secara kedinasan sangat mendukung kinerja nya sebagai PK.

" Kegiatan ini mendukung tugas di lapangan sebagai PK, selain itu juga berkaitan tentang pelaksanaan Peraturan Menteri No. 35 tahun 2018 tentang Revitalisasi penyelenggaraan Pemasyarakatan," tuturnya.

"instrumen ini untuk digunakan dalam penempatan WBP ke Maximum, medium atau Minimum security, dengan lebih simple dan akurat, sehingga pekerjaan PK bisa dilaksanakan dengan lebih cepat, harapannya dalam seminggu ini membahas dan berdikusi menyatukan pendapat untuk hasil yang lebih baik lagi,"pungkas nya.(hen)

Redaktur : Rara


 





Baca Juga