Kamis, 19/11/2015 20:56 WIB

Hasil Tim Kemlu Terkait Pembakaran Reog di Philipina Ditunggu Seniman Ponorogo

JAKARTA-Para tokoh, seniman, pegiat, dan masyarakat pecinta Reyog Ponorogo sedang menunggu hasil Tim bentukan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk menyelidiki insiden pembakaran reyog di KJRI Davao - Philipina yang terjadi 20 Oktober 2015. Tim tersebut dibentuk pasca pertemuan Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) dengan Menlu Retno LP Marsudi di Kantor Kemlu, Jakarta (09/11/2015) atas desakan ribuan masyarakat...
Sabtu, 24/10/2015 17:10 WIB

Ini Asal-Usul Mempelai Pria Mengenakan Keris Beronce Melati Dalam Pernikahan Adat Jawa

DALAM tradisi pernikahan adat jawa seringkali kita melihat busana mempelai laki-laki dilengkapi dengan keris, dimana terdapat lilitan ronce (karangan, red) bunga Melati di pada wrangka atau sarung-hulu keris yang terselip di pinggangnya. Orang awam mungkin itu hanya sebatas hiasan saja, tanpa makna. Padahal, setiap prosesi pernikahan sendiri pasti ada maknanya, termasuk busana dan aksesoris yang...
Minggu, 18/10/2015 16:07 WIB

Makna Kraton Yogyakarta Berbeda Jauh Dengan Istana Negara

MESKI Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat kini telah tergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Namun tata kelola pemerintahan masih hidup di kraton, ttak lekang oleh waktu. Menurut K.P.H. Brongtodiningrat dalam buku arti Kraton Yogyakarta, dalam arti umum bahasa Indonesia Kraton adalah Istana, sebagaimana Istana Negara. Namun menurutnya istana negara bukanlah Kraton. Sebab menurut Brongto Dinigrat dalam bukunya,  Kraton adalah...
Selasa, 06/10/2015 20:18 WIB

Ini Filosofi Batik Menurut Sri Sultan HB X

YOGYAKARTA  –  Batik yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia bukan sekadar karya seni semata namun juga memiliki nilai filosofis yang sangat luhur. “Batik sebagai icon budaya bangsa memiliki keunikan dan simbol filosofi yang dalam, yang mencakup siklus kehidupan manusia. Batik bukan hanya dianggap budaya asli Indonesia, tetapi diakui sebagai representasi budaya tak benda dari kemanusiaan,” tutur Gubernur...
Rabu, 16/09/2015 23:43 WIB

Kraton Tetapkan Grebeg Besar 24 September

YOGYAKARTA- Kraton Ngayugyokarto Hadiningrat telah menetapkan Grebeg Besar yang biasanya bertepatan dengan peringatan hari raya Idul Adha, pada tanggal 24 September 2015 mendatang. Kepala Bagian Humas Setda Pemprov DIY, Iswanto, mengatakan, penetapan Grebeg Besar tersebut sesuai  surat dari Tepas Dwarapura Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat tertanggal 3 Dulkangicah Ehe 1948 atau 18 Agustus 2015. “Tradisi Grebeg Besar merupakan wujud...
Sabtu, 15/08/2015 20:11 WIB

KRP Kawal Reyog Diakui UNESCO

JAKARTA - Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) akan terus mengawal seni budaya Reyog untuk segera mendapat pengakuan sebagai warisan budaya dunia dari United Nations Educational, Scientific adan Cultural Organization (UNESCO). “KRP siap mengawal Reyog agar segera diakui sebagai warisan budaya dunia. KRP juga meminta pemerintah untuk memfasilitasi proses usulan supaya Reyog mendapatkan pengakuan dari UNESCO,”...
Minggu, 07/06/2015 00:38 WIB

Pengurus Baru Dikukuhkan, Komunitas Reyog Ponorogo Ajak Lestarikan Reyog Sebagai Warisan Budaya

JAKARTA - Setelah melalui proses cukup panjang, akhirnya Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) masa bakti 2015-2020 dikukuhkan di Giri Lawu, Jakarta Selatan, Sabtu (06/06/2015). Komunitas ini berkomitmen untuk melestarikan, mengembangkan, meningkatkan kualitas seni budaya serta memasyarakatkan seni budaya Reyog Ponorogo di tingkat regional, nasional maupun internasional. Demikian sebagaimana keterangan pers yang dikirimkan oleh Wakil Ketua Komunitas...
Kamis, 05/03/2015 09:31 WIB

Dubes India Akan Resmikan Patung Gandhi di Rumah Budaya Fadli Zon

TANAH DATAR - Rumah Budaya Fadli Zon Selenggarakan Malam Persahabatan Indonesia - India, di komplek Aie Angek Cottage, Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (05/03/ 2015). Pada acara yang direncanakan dimulai Pukul 17.00 WIB, nanti, Duta Besar (Dubes) India H.E. Mr. Gurjit Singh akan meresmikan patung perunggu Mahatma Gandhi karya Bambang Winaryo, Acara Malam Persahabatan Indonesia –...
Senin, 17/11/2014 20:40 WIB

Belajar Adil Terhadap Tradisi Sendiri dengan Memahami Wayang

BANTUL - Kendala bahasa tidak dapat dinyatakan sebagai kendala utama dalam memahami wayang. Meski wayang menggunakan bahasa Jawa yang sulit dipahami remaja, ungkapan-ungkapan wayang masih dapat dipahami melalui ekspresi lakon, alur cerita, dan teks pembanding seperti komik wayang. Demikian disampaikan Jadul Maula, salah satu pembicara dalam seminar “Wayang dan Krisis Manusia Nusantara”, Senin (17/11/2014), di Pondok...

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11