Sabtu, 19/12/2015 21:13 WIB

Para Penjaga Budaya Terima Penghargaan Pemda DIY

YOGYAKARTA – Para seniman penjaga budaya dan warisan budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapat penghargaan dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY. Penghargaan yang diberikan meliputi tiga kategori penerima. Yaitu, katagori Seniman, Budayawan, dan pelestari warisan Budaya, adat, dan Tradisi. Dikutip dalam pers rilis Humas Pemda DIY, yang diterbitkan Sabtu (19/12/2015), penghargaan anugerah budaya tersebut diberikan pada...
Kamis, 17/12/2015 21:08 WIB

Komunitas Reog Ponorogo Siap Menjadi Duta Anti Narkotika

JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol. Drs. Budi Waseso (Buwas) mengatakan kelompok seni budaya merupakan salah satu sasaran dari bandar narkoba. Strategi mengikis seni budaya asli ini ditenggarai sebagai cara melemahkan bangsa Indonesia.  "Perhatian dan intensitas terhadap seni budaya asli yang memiliki nilai-nilai filosofi moral, merupakan bagian dari upaya...
Jumat, 27/11/2015 21:11 WIB

Lestarikan Reog Dikalangan Pelajar, KRP Gandeng Kemendagri

JAKARTA - Generasi muda, khususnya para pelajar, diminta ikut melestarikan warisan budaya takbenda nasional, seperti Reog Ponorogo. Budaya reyog diketahui mengajarkan nilai-nilai moral, diantaranya solidaritas, guyub, persatuan, kesetiaan, pengorbanan dan keberanian. "Melalui pagelaran seni budaya, pemerintah berharap akan terbangun sebuah harapan baru dalam upaya meletakkan kembali nilai-nilai dan sendi-sendi nilai luhur kebudayaan...
Kamis, 19/11/2015 20:56 WIB

Hasil Tim Kemlu Terkait Pembakaran Reog di Philipina Ditunggu Seniman Ponorogo

JAKARTA-Para tokoh, seniman, pegiat, dan masyarakat pecinta Reyog Ponorogo sedang menunggu hasil Tim bentukan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk menyelidiki insiden pembakaran reyog di KJRI Davao - Philipina yang terjadi 20 Oktober 2015. Tim tersebut dibentuk pasca pertemuan Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) dengan Menlu Retno LP Marsudi di Kantor Kemlu, Jakarta (09/11/2015) atas desakan ribuan masyarakat...
Sabtu, 24/10/2015 17:10 WIB

Ini Asal-Usul Mempelai Pria Mengenakan Keris Beronce Melati Dalam Pernikahan Adat Jawa

DALAM tradisi pernikahan adat jawa seringkali kita melihat busana mempelai laki-laki dilengkapi dengan keris, dimana terdapat lilitan ronce (karangan, red) bunga Melati di pada wrangka atau sarung-hulu keris yang terselip di pinggangnya. Orang awam mungkin itu hanya sebatas hiasan saja, tanpa makna. Padahal, setiap prosesi pernikahan sendiri pasti ada maknanya, termasuk busana dan aksesoris yang...
Minggu, 18/10/2015 16:07 WIB

Makna Kraton Yogyakarta Berbeda Jauh Dengan Istana Negara

MESKI Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat kini telah tergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Namun tata kelola pemerintahan masih hidup di kraton, ttak lekang oleh waktu. Menurut K.P.H. Brongtodiningrat dalam buku arti Kraton Yogyakarta, dalam arti umum bahasa Indonesia Kraton adalah Istana, sebagaimana Istana Negara. Namun menurutnya istana negara bukanlah Kraton. Sebab menurut Brongto Dinigrat dalam bukunya,  Kraton adalah...
Selasa, 06/10/2015 20:18 WIB

Ini Filosofi Batik Menurut Sri Sultan HB X

YOGYAKARTA  –  Batik yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia bukan sekadar karya seni semata namun juga memiliki nilai filosofis yang sangat luhur. “Batik sebagai icon budaya bangsa memiliki keunikan dan simbol filosofi yang dalam, yang mencakup siklus kehidupan manusia. Batik bukan hanya dianggap budaya asli Indonesia, tetapi diakui sebagai representasi budaya tak benda dari kemanusiaan,” tutur Gubernur...
Rabu, 16/09/2015 23:43 WIB

Kraton Tetapkan Grebeg Besar 24 September

YOGYAKARTA- Kraton Ngayugyokarto Hadiningrat telah menetapkan Grebeg Besar yang biasanya bertepatan dengan peringatan hari raya Idul Adha, pada tanggal 24 September 2015 mendatang. Kepala Bagian Humas Setda Pemprov DIY, Iswanto, mengatakan, penetapan Grebeg Besar tersebut sesuai  surat dari Tepas Dwarapura Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat tertanggal 3 Dulkangicah Ehe 1948 atau 18 Agustus 2015. “Tradisi Grebeg Besar merupakan wujud...
Sabtu, 15/08/2015 20:11 WIB

KRP Kawal Reyog Diakui UNESCO

JAKARTA - Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) akan terus mengawal seni budaya Reyog untuk segera mendapat pengakuan sebagai warisan budaya dunia dari United Nations Educational, Scientific adan Cultural Organization (UNESCO). “KRP siap mengawal Reyog agar segera diakui sebagai warisan budaya dunia. KRP juga meminta pemerintah untuk memfasilitasi proses usulan supaya Reyog mendapatkan pengakuan dari UNESCO,”...

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12