Jumat, 22/04/2016 21:34 WIB

Produk UMKM DIY Berpeluang Tembus Pasar Amerika

YOGYAKARTA –  Produk-produk kerajinan hasil Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)  di DIY dipastikan bisa diekspor ke Amerika Serikat (AS). Hal itu diungkapkan Konsultan dari AS, Jennifer Isaacton saat mengunjungi Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Jumat, (22/04/2016) di Gedhong Willis, Komplek Kantor Gubernur (Kepatihan) Yogyakarta. Dalam kunjungannya, Jennifer yang sering membantu negara-negara berkembang, didampingi Konsultan...
Jumat, 15/04/2016 09:31 WIB

Kritisi Kebijakan Moratorium Pasar Modern, IMM Jogja Serahkan Hasil Ansos ke Disperindag DIY

YOGYAKARTA – Kebijakan moratorium atau pembatasan pasar-pasar modern seperti Mall dan Mini Market di Kota Yogyakarta masih menjadi polemik. Kebijakan pembangunan ekonomi Pemerintah Daerah (pemda) tersebut masih menuai pro kontra. Untuk mengurai permasalahan tersebut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang AR Fakhruddin Kota Yogyakarta, melakukan Analisis Sosial (Ansos) dan menyerahkannya kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)...
Rabu, 13/04/2016 21:50 WIB

Penurunan Harga BBM Tak Pengaruhi Harga Kebutuhan Pokok

SLEMAN - Penurunan harga Bahan Bakar Minyak tidak berpengaruh terhadap perubahan harga kebutuhan barang-barang kebutuhan pokok di Sleman. Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Sleman Ir. Ambarwati MM, mengungkapkan perubahan harga barang pokok di pasar cenderung terjadi karena faktor ketersediaan barang seperti halnya yang terjadi pada penurunan harga beras. Menurutnya penurunan harga beras yang terjadi di pasaran lebih...
Kamis, 28/01/2016 23:22 WIB

Hengkangnya Perusahaan Raksasa, Sinyal Kian Memburuknya Ekonomi Indonesia

JAKARTA- Hengkangnya perusahaan raksasa internasional, seperti Ford dari Indonesia, kian memunculkan tanda-tanda krisis ekonomi akan terjadi. Iklim investasi dan perekonomian yang mulai mengkhawatirkan tersebut dinilai akibat lambannya respons pemerintah. “Outlook ekonomi Indonesia yang buruk dinilai pertanda tidak baik bagi investasi di Indonesia karena mencerminkan keadaan ekonomi yang suram ke depan, jika tidak segera diatasi,” Kata anggota...
Sabtu, 12/12/2015 20:54 WIB

Paksakan Kompetensi Minus Proteksi, Jokowi Dituding Korbankan Ekonomi Rakyat

JAKARTA - Dalam pembukaan Kongres XX Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Sabtu (12/12/2015) di Jakarta, Presiden Jokowi mengatakan visi ke depan Indonesia adalah meningkatkan kompetisi, bukan memproteksi. Pernyataan presiden tersebut mengundang pertanyaan sekaligus kritik dari kalangan pelaku ekonomi dan bisnis. “Tak akan ada lagilah memproteksi, itu memanjakan, memberikan perlindungan, membuat daya saing rendah. Apa maksud pernyataan Jokowi...
Selasa, 20/10/2015 19:08 WIB

Satu Tahun Jokowi-JK, Ekonomi Makin Terpuruk

JAKARTA - Dilihat dari berbagai indikator, situasi ekonomi terpuruk. Pertumbuhan ekonomi di bawah 4,6 persen, padahal janji kampanye di atas 7%. Nilai tukar dollar yang dijanjikan akan berada di bawah Rp 10.000, meroket di atas Rp 14.000 per dollar. “Buruknya ekonomi ditandai banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK). Ratusan ribu tenaga kerja kehilangan pekerjaan pada satu tahun...
Kamis, 08/10/2015 16:03 WIB

Korban PHK Belum Pulih, Efek Rupiah Menguat Baru Terasa di Pencitraan

YOGYAKARTA – Efek menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar tiiiidak bisa dirasakan segera. Kendati disambut gembira kalangan ekonom, namun akibat terdepresinya mata uang rupiah terhadap dollar beberapa bulan terakhir terlanjur telah membuat sektor industri melemah. “Gampangnya, apakah ribuan buruh yang telah di PHK sekarang langsung kembali bekerja atau ditarik lagi oleh perusahaan? Kan tidak bukan? Untuk...
Selasa, 15/09/2015 16:27 WIB

Ini Dia Tanda-Tanda Kejatuhan Ekonomi Nasional

JAKARTA - Tanda Tanda Kejatuhan Ekonomi Nasional  di tangan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditengarai semakin dekat . Jalan untuk menuju perbaikan ekonomi nasional diakhir tahun ini, diprediksi tidak akan terjadi dan cenderung akan semakin tidak terkendali. Hal itu akan mengakibatkan kredit macet disektor manufacturing ,konstruksi , serta kredit konsumen . “Berdasarkan...
Senin, 07/09/2015 14:42 WIB

Kalah Dihajar Berita Buruk Terus, Rupiah Bisa Tembus Rp 15.000!

JAKARTA - Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunardi memberikan pandangan terkait melemahnya rupiah terhadap dolar AS yang kini menembus angka 14.000. Menurutnya, kurs dolar AS terhadap rupiah saat ini hanya Rp13.000, namun karena berbagai penberitaan negatif terhadap rupiah baik yang datang dari dalam maupun dari luar negeri membuat rupiah kian terpuruk. "Karena banyak berita buruk orang...

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11