Minggu, 09/02/2014 21:18 WIB

Prof. Hardi: Caleg Pragmatis Mengajari Rakyat Berperilaku Korup

YOGYAKARTA - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Profesor Dr. Ir Suhardi, MSc menegaskan dalam Pemilihan Umum (Pemilu), baik Legislatif maupun eksekutif Gerindra tidak akan menggunakan cara-cara pragmatis, seperti melakukan money politic (politik uang). Menurut mantan Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM) ini, bentuk politik uang justru akan mempercepat kehancuran...
Jumat, 07/02/2014 12:55 WIB

Tak Acuh pada Aturan, Timses Caleg Pasang Iklan di Rambu Lalu Lintas

YOGYAKARTA - Pemasangan alat peraga kampanye yang dilakukan tim sukses (timses) para caleg justru menodai keindahan sebagian wilayah kota Yogyakarta. Bahkan ada Timses yang nekat menempelkan alat peraga kampanye pada rambu-rambu lalu lintas. Padahal rambu-rambu itu masih berlaku, sehingga membingungkan pengguna jalan. Pantauan Jogjakartanews.com, pemasangan alat peraga kampanye mulai gencar dilakukan para Timses Caleg. Tetunya pemasangan...
Kamis, 06/02/2014 13:09 WIB

Polres Kota Yogyakarta Siapkan Personil Pengawalan Kotak Suara Pemilu

YOGYAKARTA - Mendekati pemilihan umum 2014 kepolisian kota Yogyakarta menyiapkan personil gabungan sebanyak 2 ribu personil untuk proses pengamanan Pemilu di wilayah kota yogyakarta. Dalam pengamanan tersebut personil polres kota Yogyakarta dibagi menjadi tiga tahap di antaranya tahap kampanye, masa tenang, kemudian tahap pemungutan suara hingga tahap pada penghitungan suara. Selain itu juga untuk proses pengamanan...
Kamis, 06/02/2014 08:57 WIB

Dukuh Minta Bantuan Pemerintah Diundur usai Pemilu

GUNUNGKIDUL - Dukuh meminta kepada Pemkab Gunungkidul untuk mengundur bantuan kepada masyarakat di tingkat bawah sampai Pemilu selesai. Hal ini untuk menghindari kepentingan pragmatis para Caleg incumbent sebagai penyalur bantuan untuk menarik simpati masyarakat. Ketua Paguyuban Dukuh Gunungkidul Janaloka, Anjar Gunantoro mengatakan, sebaiknya bantuan senilai Rp20 juta dari pemerintah itu dipending dahulu. Bantuan tersebut baru dicairkan...
Selasa, 04/02/2014 18:06 WIB

Polda DIY Siapkan 6000 Personil untuk Pengamanan Pemilu

YOGYAKARTA - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mempersiapkan proses pengamanan di setiap tahapan Pemilu 2014, dengan menyiapkan 6.000 personel atau 2/3 kekuatan. Pengamanan secara intensif akan difokuskan pada tahapan inti Pemilu 2014 selama sekitar 224 hari. Kediv Humas Polda DIY AKBP. Anny Puji Astuti menyatakan, tahapan pengamanan Pemilu 2014 di antaranya meliputi masa kampanye, masa tenang...
Selasa, 04/02/2014 17:58 WIB

Masyarakat Resah jika Bantuan Pemerintah Ditangani Caleg

GUNUNGKIDUL - Bantuan pemerintah yang diusulkan melalui para calon anggota legislatif (caleg) incumbent membuat resah masyarakat di tingkat bawah. Karena masyarakat di tinggkat bawah mengetahuinya bantuan itu dari caleg bukan Pemerintah. Kepala Desa Banyusoca, Playen, Sutiyono mengatakan, masyarakat di tingkat bawah mulai resah. Sebab di tahun politik ini seharusnya bantuan langsung diserahkan oleh pemerintah malah justru...
Sabtu, 01/02/2014 16:10 WIB

Sarpras Polres Gunungkidul Nyatakan Siap Hadapi Pemilu

GUNUNGKIDUL - Sarana dan prasarana (sarpras) Kepolisian Polres Gunungkidul siap untuk menghadapi pemilu legislatif 9 April mendatang. Kapolres Gunungkidul, AKBP Faried Zulkarnaen mengatakan, seluruh anggota Polres Gunungkidul diintruksikan untuk melakukan pengecekan sarana dan prasarana antara lain kendaraan dinas dan perlengkapan dalmas di kompleks Taman Kota Wonosari, Sabtu (01/2) tadi. "Sarana dan prasarana ini (milik Polres Gunungkidul) sudah...
Rabu, 29/01/2014 19:48 WIB

Dukuh-Dukuh ini Menilai Sosialisasi Pemilu Minim

GUNUNGKIDUL - Pemilu legislatif yang jatuh pada 9 April mendatang, tetapi masyarakat di tingkat akar rumput belum paham benar tentang Pemilu. Hal ini tentunya dapat mengganggu kesuksesan pesta demokrasi yang akan menentukan nasib Indonesia. Ketua Paguyuban Dukuh se-Gunungkidul Janaloka, Anjar Gunantoro mengatakan, seharusnya saat ini masyarakat di Gunungkidul, khususnya di tingkat bawah sudah paham mengenai Pemilu....
Senin, 27/01/2014 21:17 WIB

Rawan Disalahgunakan, Aturan Dana Saksi Pemilu Harus Transparan

JAKARTA - Adanya kebijakan Negara yang menganggarkan Rp 1,2 triliun kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk saksi di Pemilu 2014, disambut baikkalangan Partai Politik. Namun demikian, dana tersebut harus lebih ditransparasikan, agar tidak disalah gunakan oknum tertentu. Politisi partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan pembiayaan saksi parpol yang ditanggung Negara mempunyai semangat dan niat yang bagus...

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49