Kamis, 20/08/2020 10:47 WIB

Memaknai Tahun Baru Islam di Masa Pandemi Covid 19

Oleh: Mukharom* Memasuki awal bulan Muharram 1442 Hijriyah, kita sambut dengan suka cita, hal ini merupakan penanda pergantian tahun baru hijriyah, di mana ummat Islam di seluruh dunia memperingati dan merayakannya. Peristiwa besejarah yang memiliki makna untuk kita teladani dan aplikasikan dalam kehidupan, baik peristiwa hijrahnya Nabi sampai pada penetapan kalender hijriyah yang berlaku sampai sekarang. Hijrahnya...
Senin, 13/07/2020 14:30 WIB

Paku Dulang Paku Serepih, Mengata Orang Dia Yang Lebih

Oleh: Drs. Mustari, H.Hum.* (Bagian-6 Dari Yogya Untuk Dunia: Berguru Tunjuk Ajar Melayu)**   Adat Melayu punya pantun dua kerat untuk menyindir seseorang yang tidak bisa jadi contoh yang baik: Paku dulang paku serepih,// mengata orang dia yang lebih.// Tidak pantas dicontoh, tentu tidak pantas pula mewariskan tunjuk ajar kepada generasi berikutnya. Untuk melahirkan manusia bertuah sebagai cita-cita ideal, orang...
Senin, 06/07/2020 09:16 WIB

Ya Kata Syarak, Ya Kata Adat

Oleh: Drs. Mustari, H.Hum.* (Bagian-5 Dari Yogya Untuk Dunia: Berguru Tunjuk Ajar Melayu)**  Orang Melayu sudah mengunci tunjuk ajarnya pada posisi wajib tunduk dan patuh pada ajaran syariat Islam sebagaimana dikatakan Ya kata syara’, ya kata adat,// Tidak kata syara’, tidak kata adat.// Dan karena adat/tunjuk ajar sudah diamankan oleh syara’, maka ketika orang Melayu mengikuti ajaran tunjuk ajar,...
Selasa, 30/06/2020 17:07 WIB

Menakar Potensi Dispensasi Nikah Pasca Revisi UU Perkawinan

Oleh : Afif Zakiyudin Menikah merupakan ketentuan yang diajurkan oleh Rasul Saw dan termasuk dari sunah-nya, secara tegas Rasul Saw menyebutkan bahwa siapa saja yang tidak mengikuti bukan termasuk dari ummatnya. Pernikahan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha...
Senin, 29/06/2020 09:47 WIB

Syarak Mengata, Adat Memakai

Oleh : Drs. Mustari, H.Hum* (Bagian-4 Dari Yogya Untuk Dunia: Berguru Tunjuk Ajar Melayu)** Orang Melayu mendudukkan tunjuk ajar pada tratak yang tinggi dan penting, yakni posisi ketiga setelah al-Quran dan Sunnah Nabi, sebagaimana disebutkan dalam semboyan Melayu: Adat bersendi syara’//syara’ bersendikan kitabullah.// Adat terefleksi dalam tunjuk ajar, tunjuk ajar bertopang kepada sunnah, sunnah bersumber dari kitabullah. Posisi tiga serangkai...
Minggu, 21/06/2020 19:14 WIB

Ingin Cukup Ajar, Amalkan Tunjuk Ajar

Oleh: Drs. Mustari, H.Hum.* (Bagian-3 Dari Yogya Untuk Dunia: Berguru Tunjuk Ajar Melayu)** Meluahkan perasaan dengan gaya bahasa puitis adalah milik orang Melayu, di mana pun mereka berada. Ini adalah warisan nenek moyang mereka. Budaya sudah mewariskannya, tinggal mengasah ketrampilan tiap individu. Mengapa orang Melayu sangat senang ungkapan puitis? Jawaban ada di sekerat pantun berikut: Yang lurik itu kendi,//...
Jumat, 19/06/2020 21:27 WIB

Takut Tak Berjeda

Puisi: El Aulia Syah* Pada Tuhanpun Enggan Mengeluh/ Kalau saja aku tak punya hati/ Sehingga ada rongga di dada yang hening/ Mungkin jiwa tak akan sesumpek ini/ Oleh keluh kesah/ Tak perlu membuat kamu, juga kalian jadi menggerutu/ Karena kepada Tuhanpun aku enggan mengeluh/ Ingin kubuang hati ini, dan menjadikannya nisan/ Yang berdiri tegak di tengah rongga dada/ untuk menandai akhir dari ketakutan yang selama...
Minggu, 14/06/2020 21:29 WIB

Ingin Bertuah, Jangan Menyalah

Oleh: Drs. Mustari, H.Hum* (BAGIAN 2 dari Artikel Dari Yogya Untuk Dunia)** Bagi orang Melayu, aspek batiniyah dan lahiriyah haruslah seimbang dalam diri seseorang. Dan untuk menyeimbangkannya haruslah dengan ilmu. Ilmu harus dipalajari, namun bukan ilmu yang “menyalah”. Mendahului tunjuk ajarnya, Tenas Effendy menulis bahwa pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah membuat dunia serasa...
Sabtu, 06/06/2020 21:19 WIB

Dari Yogya Untuk Dunia: Berguru Tunjuk Ajar Melayu

Oleh: Drs. Mustari, H.Hum* (BAGIAN 1)** Sebagai pengantar terhadap tulisan panjang berseri ini, saya kutip sebuah puisi satir, otokritik, dan jenaka tentang orang Melayu oleh sastrawan Usman Awang. Judulnya Melayu. Melayu itu orang yang bijaksana// Nakalnya bersulam jenaka// Budi bahasanya tidak terkira// Kurang ajarnya tetap santun// Jika menipu pun masih bersopan// Bila mengampu bijak beralas tangan.// Melayu...

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10