Rabu, 15/05/2019 18:56 WIB

Zakat dan Kesejahteraan Ummat

Oleh: Mukharom* Badan Pusat Statistik (BPS), pada bulan Maret 2017, mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 27,77 juta orang (10,64 persen). Artinya berdasarkan data tersebut menggambarkan bahwa kesejahteraan masyarakat Indonesia belum sepenuhnya merata. Ketimpangan ini harus segera diatasi agar tidak terjadi konflik sosial berkepanjangan. Beban tanggungjawab yang sangat berat dipikul oleh pemerintaanh untuk mengatasi dan...
Selasa, 14/05/2019 14:23 WIB

Kenapa Ada Puasa

Oleh: Mukharom* Puasa, sebagai salah satu ketentuan yang disyariatkan oleh Allah SWT kepada makhluk yaitu manusia, ketentuan ini tidak hanya berlaku bagi ummat Muhammad SAW, akan tetapi berlaku kepada nabi-nabi terdahulu sebelum Rasulullah, puasanya pun berbagai macam cara serta bentuk yang berbeda-beda dalam melaksanakannya dan puasanya sangat teramat berat. Sebagai contoh puasanya Nabi Daud diwajibkan berpuasa...
Senin, 13/05/2019 13:05 WIB

Ramadhan, Bulan Kaderisasi Taqwa

Oleh: Mukharom* Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa dan dirindukan oleh ummat Rasulullah Muhammad Saw, karena di dalamnya terdapat malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, keistimewaan yang lain dibandingkan bulan selain Ramadhan adalah diturunkannya Al Qur’an sebagai pedoman hidup, baik di dunia maupun di akhirat (QS. Al Baqarah: 185), kemudian di dalamnya penuh...
Senin, 17/12/2018 21:15 WIB

Minta Fadli Zon Taubat, Aktivis Milenial Hadiahkan Buku Kritik Puisinya

YOGYAKARTA – Pusi-puisi politisi Parai Gerindra, Fadli Zon yang sarat kritik terhadap pemerintah, mendapat kritik balik dari Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAM-I). Belum lama ini HAM-I meluncurkan buku "Syahwat Politis yang Puitis: Kritik atas Puisi-Puisi Fadli Zon" yang diterbitkan HAM-I Publishing, Sekjen HAM-I, Muchlas J. Samorano, mengungkapkan, akhir-akhir ini, Fadli kerap menggubah sajak dan diunggah di...
Minggu, 12/11/2017 09:43 WIB

Maafkan Kami Ayahanda Lafran Pane

Oleh: Fefin Dwi S*   Sekadar berandai-andai, Barangkali Kau tak pernah mau diberi gelar pahlawan nasional Sebab smasa hidup Kau sendiri enggan disebut pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tapi maafkan kami Ayahanda Lafran Pane Kami telah membuatmu dikenal Indonesia, bahkan dunia Meski kami tahu Kau tak suka narsis, publisitas pribadi dan pencitraan Maafkan kami Ayahanda Lafran Pane, Kami mensyukuri gelar pahlawan nasionalmu dengan megah Padahal...
Minggu, 15/10/2017 15:41 WIB

Petruk Tak Terpuji Lagi

SETIAP peristiwa dalam hidup manusia menyiratkan sejarahnya sendiri.  Tak terkecuali dengan kepergian-kepergian sesuatu yang pernah kita miliki atau kepergian seseorang ke alam fana yang menjadi misteri Sang Pencipta.  Hal itulah salah satu dari sekian samudera makna dalam puisi Ki H. Ashad Kusuma Djaya, berikut ini: Petruk Tak Terpuji Lagi (Mengenang Ragil Suwarna Pragolapati) Oleh: Ashad...
Senin, 02/10/2017 14:57 WIB

Puisi Zaman Telah Berubah, Potret Ironi Bangsa

ADALAH sebuah keprihatinan, ketika zaman dimana manusia saat ini sudah mengagungkan materi. Ketika pemimpin telah membiarkan kedaulatan bangsanya digerus kapitalisme global. Fenomena dimana manusia modern telah menjauh dari ajaran agama dan budaya luhur bangsanya sendiri, menjadi keprihatinan akademisi, sekaligus sastrawan Dr. Mastur Toyib, M.Pd.I, MM alias MT Al Kendali. Alumni IKIP Yogyakarta yang kini menjadi...
Minggu, 18/10/2015 17:15 WIB

Bagong Nyalon Ketum PB Punakawan

Oleh: Ja’faruddin AS* Al kisah, Bagong iri dengan saudaranya Petruk, yang pernah jadi Raja. Akhirnya, saat ada Kongres Persatuan Massa Punakawan  (PMP) Bagong bertekad maju menjadi Ketua Umum Pengurus Besar PMP (Ketum PB-PMP). Bagong membatin, sebelum jadi  Ratu  seperti Petruk, Minimal belajar jadi Ketum PB PMP dulu. Meski selama ini mengkritik habis Petruk di Media Sosial (Medsos),...
Jumat, 16/10/2015 13:33 WIB

Air Mata Mutiara

Cerpen: Shofwatul Khairiyah* Wajahnya mempesona. Matanya memancarkan aura kecantikan natural. Pipinya merah merona. Putih kulitnya membuatku lunglai dengan balutan Jilbabnya yang menjuntai. Keindahan fisiknya sama sekali tak terumbar. Lekuk tubuhnya tertutupi selendang yang tergerai. Menghipnotis akal sehatku menjadi ganar. Teramat indah dan tak bisa ku urai. Di hari-harinya tak kulihat ada pesona fisik yang menelisik. Melumpuhkan segenap...

Halaman : 1 2 3 4 5 6