Minggu, 28/06/2015 13:36 WIB | Dibaca: 1368 kali

Revolusi Mental, Sarana Merevolusi Mental Tanpa Uang


Fulad, S.Sos, M.Si. Foto: doc/pribadi

Oleh : Fulad S.Sos. M.Si*

Latar Belakang

Bangsa indonesia saat ini sudah mengalami banyak degradasi moral terutama pada generasi muda. Sikap sopan santun, saling menghormati, gotong royong, menghargai , cinta tanah air yang menjadi karakter bangsa sudah mulai dilupakan. Sikap mental pantang menyerah dan pekerja keras sudah merupakan hal yang jarang ditemui dikalangan generasi muda. Kondisi seperti ini belum terlihat perbaikan sampai saat ini. Hal ini karena berbagai komponen bangsa tidak melakukan sinergitas atau mungkin ada pihak-pihak yang ingin tetap mempertahankan kondisi ini agar bisa mendapat keuntungan. Pihak-pihak tersebut menganggap perbaikan mental bangsa sebagai komiditi yang bisa menghasilkan uang.

Oleh karena itu perlu adanya terobosan baru yang bisa membuat negeri ini lebih baik dari sisi mentalnya atau karakter generasi mudanya. Terobosan itu harus kreatif dan inovatif sehingga pihak-pihak yang menginginkan kerusakan mental bangsa ini, tidak mampu membendung terobosan yang dibuat. Inovasi akan perbaikan mental harus segera dilaksanakan karena mental atau karakter bangsa adalah pondasi bangsa tersebut. kalau mental bangsa ini rusak maka hancurlah bangsa ini. Tentunya pernyataan sudah dipahami para pemimpin negeri tapi ide kreatif dan inovatif belum kunjung juga ditemukan.

Pengalaman Korem 061/ Suryakancana bekerja sama dengan KPM.

Apa itu KPM, suatu pertanyaan yang pasti timbul dalam setiap benak orang awam, mengingat belum semua orang tahu, belum semua orang membuka media dan belum mengerti apa selama ini yang diperbuatnya. Namun di kalangan militer khususnya Korem 061 / Suryakencana secara perlahan tapi pasti mengetahui yang dimaksud KPM ( Klinik Matematika Mipa ). Selama ini Korem 061/Suryakancana telah bekerja sama dengan KPM dan telah melaksanakan program untuk mendekatkan rakyat dengan TNI khususnya TNI AD. Dalam kurun waktu januari 2014 sampai juni 2015, ada beberapa pelajaran yang bisa diangkat melalui beberapa kegiatan yang dilakukan. Kegiatan tersebut diantaranya :

  1. Seminar matematika di TNI. Seminar ini mulai dilaksanakan di Kodim 0606 / Kota Bogor, Batalyon Infanteri 315 / Garuda dan Pengenalan kepada para peserta apel Dansat tersebar di wilayah Korem 061 / SK beberapa waktu lalu yang diikuti para Dandim, Danyon, Para Kasi Korem , Para kabalak aju Korem, Para Danramil dan perwakilan babinsa dari seluruh koramil jajaran Korem 061 / Suryakancana. Dari berbagai kegiatan yang dilakukan ternyata telah membuka cakrawala baru yang positif dari para pembimbing KPM tersebut, yang selama ini menganggap bahwa militer itu hanya fokus pada kegiatan yang berkaitan dengan urusan perang, urusan pertahanan atau bantuan bagi korban bencana dan sejenisnya. akan tetapi fenomena baru yang muncul dengan adanya kerjasama ini maka anggapan diatas bergeser, saat ini ternyata TNI peduli dengan kemajuan SDM, peduli dengan pendidikan generasi muda melalui kegiatan yang dijalan bersama antara Korem 061 dengan KPM. satu hal lagi bahwa anggapan selama ini TNI dikenal sebagai sosok yang keras dan sangar ternyata menjadi sosok yang ramah, merakyat, peduli lingkungan dan baik. dan belum semua masyarakat tahu tentang hal ini.
  2. Launching Permainan Matematika Militer di Kodim 0606 / Kota Bogor. Permainan Matematika Militer bertujuan untuk memperkenalkan kepada para pelajar tentang kepangkatan yang ada di TNI, mengenalkan istilah-istilah yang ada di TNI. Selain itu permainan ini memperlancar siswa dalam mengerjakan operasi hitung dan jenis-jenis bilangan. disinilah terdapat kolaborasi yang baik antara TNI - KPM dimana para Babinsa yang mencari peserta dari kalangan orang yang tidak mampu untuk dibina dan dibimbing oleh instruktur KPM. dukungan yang ikhlas dari anggota TNI khususnya di jajaran Kodim 0606/Kota Bogor , membuat fenomena yang menarik untuk bersama-sama memajukan generasi muda negeri ini demi kemajuan bangsa Indonesia.
  3. Seminar Matematika untuk Guru yang diadakan TNI. Kegiatan ini di laksanakan di Kodim 0606/ Kota Bogor dalam membantu Guru untuk meningkatkan kualitas pada kegiatan belajar mengajar dengan mendatangkan pelatih profesional matematika dari KPM termasuk dengan membantu pendanaan dalam pelaksanaan pelatihan.
  4. Membuka kelas matematika di Asrama TNI. Pembukaan kelas matematika di asrama TNI adalah wujud TNI peduli kepada anggotanya dan kepada warga sekitar. Kegiatan ini dilaksanakan di Batalyon Infanteri 315 / Garuda dan menyusul di Kodim dan Koramil Jajaran Korem 061 / Suryakancana guna untuk mencerdaskan generasi muda baik dilingkungan militer maupun kepada masyarakat sekitar asrama.
  5. Lomba Matematika piala Danrem 061/Suryakancana Cup. Pada tahun 2014 lomba matematika bernama Piala Dandim 0606 / Kota Bogor Cup, namun dengan berjalannya waktu dan minat yang antusias dari peserta anak sekolah , maka pada tahun 2015 ditingkatkan menjadi Danrem 61 / SK Cup. selaku Danrem 061 / SK saya sangat peduli dan memberi apresiasi atas ide dan gagasan untuk mengadakan lomba dalam rangka meningkatkan kepedulian dan kecerdasan anak khusunya terhadap bidang studi matematika.       namun Lomba ini baru diperuntukan khusus untuk anak-anak tentara di wilayah korem 061/Suryakancana. Dan dari hasil yang di lomba tersebut sebanyak 2 ( dua ) orang anak berhasil mewakili lomba yang sama di International mathematic champhion di Singapura. sehingga untuk lomba berikutnya akan di ikutsertakan dari seluruh anak-anak yang ada di sekitar asrama militer untuk mencari bibit anak-anak yang cerdas guna kemajuan Bangsa Indonesia 25 tahun mendatang.
  6. Membuka kelas matematika di Makodim, Batalyon dan Koramil jajaran Korem 061/Suryakancana. Sebagai bentuk apresiasi atas upaya kerja sama selama ini dengan KPM maka Danrem 061 / SK telah melakukan sosialisasikan untuk membuka ruang dan menyiapkan sarana untuk diadakan kelas matematika pada saat apel Dansat jajaran korem 061/Suryakancana beberapa waktu yang lalu dan direncanakan akan dimulai bertepatan dengan awal masuk sekolah pada bulan agustus 2015
  7. Wisata Edukasi Militer di Makodim di jajaran Korem 061/Suryakancana. Bentuk kegiatan wisata edukasi militer dengan cara siswa, guru dan orang tua mengunjungi kodim, dengan disediakan ruangan untuk menonton profil TNI, melihat foto-foto kegiatan teritorial yang sudah dan sedang dilakukan , dijelaskan tentang tata cara menjadi anggota militer , diberikan penjelasan singkat tentang wawasan kebangsaan, dikenalkan tentang peralatan militer yang ada di satuan dan diakhiri dengan permainan militer yang tidak membahayakan siswa tersebut. cara ini menjadi salah satu sarana untuk lebih mendekatkan rakyat kepada TNI khususnya diwilayah Korem 061 / SK.

TNI dan Revolusi Mental

Berdasarkan pengalaman bekerja sama dengan KPM yang sudah membuahkan hasil baik, maka kita sepakat untuk meningkatkan prestasi sesuai bidangnya demi kemajuan bangsa Indonesia, sehingga di saat waktu senggang diisi dengan mengadakan diskusi - diskusi secara santai , dan menghasilkan ide yang positif, brilliant dan sepakat bahwa TNI mempunyai potensi besar yang mampu merevolusi mental bangsa. Hal ini bisa dirasakan dari beberapa kegiatan TNI yang menunjukan kepedulian kepada masyarakat. kegiatan-kegiatan tersebut terkadang harus mengorbankan tenaga dan dana yang dimiliki TNI. Pengorbanan pada kegiatan-kegiatan tersebut ternyata terobati dengan antusiasnya peserta dalam kegiatan yang dibuat. Hal yang menarik dalam kegiatan yang dibuat TNI untuk masyarakat adalah adanya kebanggaan dari masyarakat ketika berinteraksi dengan TNI sehingga kegiatan tersebut bisa dilaksanakan dengan lancar. ternyata Kedisiplinan, gotong royong, saling menghargai bisa dilaksanakan oleh masyarakat ketika kegiatan tersebut ada TNI di dalamnya. Kenapa bangsa ini tidak manfaatkan TNI sebagai punggawa untuk melaksanakan revolusi mental di negeri ini ? Tanpa perlu biaya karena pasti TNI rela melakukan itu untuk negara.

Kampung Matematika, TNI dan Revolusi Mental

Kampung Matematika Klinik Pendidikan MIPA yang beralamat di desa laladon kabupaten Bogor yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Dr Anies Baswedan adalah sebuah model revolusi mental yang melibatkan TNI. Kampung matematika yang pada saat peresmiannya juga dihadiri oleh Komandan Korem 061/Suryakancana Kolonel Inf Fulad, S.Sos, M.Si., dalam sejarahnya pembentukannya melibatkan Babinsa. Babinsa ini berperan mengumpulkan penduduk kampung untuk sosialisasi konsep kampung matematika, kemudian mencarikan rumah yang bisa digunakan untuk belajar matematika, dan mencarikan guru yang bersedia mengajar matematika dengan bayaran seikhlasnya. Guru ini menjadi GURU MITRA TNI.

Di kampung matematika ini bisa ditumbuhkan kembali karakter bangsa yang sudah mulai tergerus jaman. Hal ini karena di kampung matematika siswa belajar dengan biaya seikhlasnya, karena anak-anak belajar dengan biaya seikhlasnya (tidak bayar pun tidak masalah) akan timbul rasa berterimakasih yang wujudnya adalah taat pada guru dan aturan yang ada. Siswa harus disiplin dan menghormati guru dan menghargai teman, dan itu bisa dilaksanakan. Selain itu karakter bangsa yang tumbuh di kegiatan ini adalah niat guru mengajar siswa adalah untuk menolong, seorang Babinsa yang bertugas untuk bisa menemukan guru yang bersedia menjadi relawan adalah pengorbanan, rumah anggota masyarakat yang digunakan untuk belajar adalah wujud saling tolong menolong, fasilitas belajar yang disediakan bersama oleh warga adalah wujud gotong royong.

Peran babinsa bisa sebagai guru dalam memberikan wawasan kebangsaan , nasionalisme, bahaya komunisme, karakter bangsa dll. Peran Koramil, Kodim, atau Korem dan seterusnya adalah memberikan motivasi bagi guru, siswa dan Babinsa dengan membuat event-event tertentu sebagai sarana untuk memberi penghargaan bagi Guru, Siswa dan Babinsa. Kegiatan belajar di kampung matematika Klinik Pendidikan MIPA yang sudah dilakukan selama ini telah merubah mental para siswa menjadi lebih baik.

Revolusi Mental Tanpa uang

Jika pemerintah ingin memanfaatkan TNI untuk membuat kampung matematika di seluruh desa-desa di indonesia untuk memperbaiki mental bangsa secara masif dan cepat. Maka hal ini sangat mudah untuk diwujudkan oleh TNI dengan berkoordinasi dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal ini karena TNI dengan jaringan Babinsa yang sampai ke desa-desa dan sistem komandonya bisa mewujudkan hal tersebut. Kampung matematika ini bisa menjadi bagian dari tugas Babinsa sehingga pemerintah tidak memerlukan biaya untuk itu. Rumah sebagai tempat belajar dan fasilitas belajar bisa dipenuhi masyarakat sebagai wujud gotong royong. Guru bisa dicarikan oleh Babinsa dan materi belajar bisa di dapatkan melalui READ1-KPM secara gratis. Jika hal ini sudah bisa dilaksanakan. Biaya seikhlasnya yang diberikan siswa kepada guru adalah wujud siswa menghargai guru, karena dalam sistem ini uang yang dikumpulkan secara ikhlas adalah wujud saling menghargai.  

Demikian sekilas ide dan gagasan kecil semoga bermanfaat.

*Penulis adalah sehari - hari sebagai Danrem 061 / Suryakancana , Bogor

 

Berita Terkait

 





Baca Juga