Jangan Tanggung Resiko Sendiri, Ini Pentingnya Berasuransi Dimasa Pandemi


Head of Corporate Communication & Event Management AXA Mandiri, Luile Retno Sawitri. Foto: Tangkap Layar

YOGYAKARTA – Di masa pandemi ini, bukan hanya Covid-19 yang mengancam jiwa. Di sisi lain, pandemi juga berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Berbagai resiko, termasuk penyakit di luar Covid-19 akan menjadi beban bagi yang tidak siap untuk menanggung beban sendiri. Asuransi jiwa dan kesehatan menjadi salah satu solusi agar masyarakat tidak menanggung resiko sendiri.

Hal itu diungkapkan Head of Corporate Communication & Event Management AXA Mandiri, Luile Retno Sawitri, dalam Webinar bertajuk Sinergi Menumbuhkan Sektor Pariwisata Pasca Pandemi yang diselenggarakan Forum Wartawan Ekonomi DIY bekerjasama dengan asuransi AXA Mandiri, Selasa (17/11/2020).

"Kenapa kita butuh asuransi? karena kita menanggung biaya hidup, terutama untuk kepala rumah tangga, kita ada anak, kita ada istri, kita ada kebutuhan untuk makan dan apabila kita sakit juga  ada kebutuhan,” ujarnya.

Luile menjelaskan, Pandemi Covid-19 sulit diprediksi kapan akan berakhirnya. Menurutnya, saat ini belum terlambat jika masyarakat menjadi nasabah asuransi AXA. Sebab, di masa pandemi ini tak hanya covid yang mengancam jiwa, namun bisa penyakit lain atau kecelakaan,

“Saya tidak bisa bayangkan andai covid tidak ditanggung pemerintah, karena biayanya mahal. Jangan tanggung resiko sendiri, alihkan resiko ke asuransi. Axa mandiri berfokus ke asuransi jiwa dan kesehatan yang kita cover,” imbaunya

Luile mengungkapkan, belum lama ini ada nasabah AXA Mandiri yang mengklaim biaya rumah sakit dengan masa rawat sekitar tiga minggu dengan biaya diatas Rp 350 juta. Beruntung nasabah sudah mempersiapkan diri, sehingga tidak terlalu menambah beban keluarga dimasa pandemi,

“Manfaat Asuransi AXA Mandiri diantaranya untuk penggantian biaya perawatan kesehatan. Kemudian otomatis karena kita asuransi jiwa maka ada uang pertanggungan untuk meninggal dunia. Yang paling penting untuk keuangan jangka Panjang,” tandas Luile.

Menurut Luil,  Axa madiri di masa covid berusaha memberikan layanan kepada nasabah lebih dari sekadar proteksi. Nasabah, kata dia, adalah partner sehingga harus tetap diberi kemudahan akses dalam memenuhi kebutuhannya,

“Selama pandemi covid-19 ini kita juga memperbaiki keseluruhan proses layanan kita dengan meluncurkan platform secara digital yang bisa dimanfaatkan untuk nasabah kita. Telekonsultasi gratis, ketahanan mental dan layanan kesehatan selama pandemi Covid-19. 1 juta nasabah mendapatkan layanan telekonsultasi gratis,” ungkapnya.

Bekerja sama dengan platform kesehatan online, selain konsultasi kesehatan secara online AXA Mandiri juga  memberikan layanan pengantaran obat ke rumah, Tes lab di rumah, Pengingat pengobatan, dan Pemesanan janji temu dengan dokter,

“Layanan lainnya Klaim kesehatan melalui whatsapp, Layanan eksklusif di rumah sakit, Evakuasi medis Perawatan kesehatan sesuai kebutuhan seperti rencana diet, konsultasi dengan psikiatris, dan sebagainya. Kemudian Opini medis kedua dan concierge medis,” imbuhnya.

Layanan-layanan baru AXA Mandiri tersebut menurut Luile cukup membuahkan hasil. Minat masyarakat untuk berasuransi di AXA mandiri di masa Pandemi meningkat,

“Selama masa pandemi memang ada peningkatan jumlah nasabah, mudah-mudahan kesadaran masyarakat untuk asuransi semakin meningkat” pungkasnya. (rd1)

Redaktur: Ja’faruddin. AS


 





Baca Juga