YOGYAKARTA – Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta ( Bapas Yogyakarta ) terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dalam mendukung proses pembimbingan dan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan. Upaya tersebut diwujudkan melalui koordinasi dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta tersebut dihadiri oleh Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga, pejabat dan Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Kelas I Yogyakarta, serta dosen Program Studi Psikologi UIN Sunan Kalijaga.
Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mempertemukan pelaksanaan tugas dan fungsi Bapas dengan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Kolaborasi diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembimbingan Klien Pemasyarakatan sekaligus menjadi ruang pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga menyampaikan pengantar mengenai rencana kerja sama antara fakultas dengan Bapas Kelas I Yogyakarta. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara dunia akademik dan praktik pemasyarakatan.
Sementara itu, dosen Program Studi Psikologi UIN Sunan Kalijaga, Miftahun Nimah, menyampaikan bahwa kerja sama ini akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa jenjang S1, S2, maupun profesi untuk melaksanakan kegiatan magang, penelitian, dan praktikum di Bapas.
Khususnya dalam penyelenggaraan Program Profesi Psikologi, Bapas dapat menjadi salah satu wahana praktik bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam memberikan layanan psikologis kepada Klien Pemasyarakatan. Kegiatan tersebut dapat mencakup proses asesmen, penyusunan rancangan intervensi, hingga pelaksanaan intervensi sesuai dengan kebutuhan klien.
Selain berfokus pada Klien Pemasyarakatan, kolaborasi juga berpotensi dikembangkan dalam lingkup internal Bapas melalui intervensi berbasis komunitas maupun kelompok bagi pegawai. Hal ini sejalan dengan kebutuhan penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
Dalam pelaksanaan Program Profesi Psikologi, keberadaan supervisor substansi dan supervisor administrasi menjadi salah satu kebutuhan penting. Bapas Kelas I Yogyakarta memiliki sumber daya manusia yang dapat mendukung kebutuhan tersebut sehingga kerja sama ini diharapkan mampu memberikan manfaat timbal balik bagi kedua institusi.
Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta menyampaikan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pembimbingan yang semakin komprehensif. Pendekatan multidisiplin, termasuk psikologi, diperlukan untuk memahami kebutuhan Klien Pemasyarakatan secara lebih utuh sehingga proses pembimbingan tidak hanya berorientasi pada kepatuhan terhadap ketentuan hukum, tetapi juga mendukung perubahan perilaku dan kesiapan klien untuk kembali ke tengah masyarakat.
Melalui sinergi Bapas Kelas I Yogyakarta dan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga, diharapkan terbangun kolaborasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan kompetensi, serta praktik pembimbingan dan intervensi bagi Klien Pemasyarakatan.
Kerja sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Bapas Kelas I Yogyakarta untuk terus memperkuat jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembimbingan yang profesional, berbasis ilmu pengetahuan, dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan. (Niken)














