Bazar UMKM Transmigrasi Festival 2026 Dorong Ekonomi Lokal

JOGJAKARTANEWS.COM, SLEMAN — Suasana kawasan wisata Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman, mulai semarak sejak Sabtu (22/8/2026) sore. Puluhan pelaku usaha membuka lapak dalam Bazar UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian Transmigrasi Festival 2026.

Bazar yang digelar di d’Kaliurang Camping Ground tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat dan wisatawan yang datang ke kawasan lereng Merapi.

Pembukaan bazar dilakukan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Transmigrasi Kementerian Transmigrasi RI, Erlin Chaerlinatun M. Erlin mengatakan bazar UMKM bukan sekadar tempat berjualan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang perjumpaan, komunikasi dan kolaborasi antarpelaku usaha.

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk membangun optimisme sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Bazar Transmigrasi Festival 2026 melibatkan 35 UMKM dan empat perusahaan dari Sleman dan sekitarnya. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi kewirausahaan masyarakat di daerah.

Data Pemerintah Kabupaten Sleman mencatat terdapat sekitar 110.172 UMKM pada 2024. Dari jumlah tersebut, sekitar 109.161 merupakan usaha mikro.

“Artinya, struktur UMKM di Sleman sangat bertumpu pada usaha mikro dan kecil. UMKM menjadi bagian penting penggerak pembangunan,” ujar Erlin.

Kehadiran puluhan pelaku usaha di tengah kawasan wisata Kaliurang juga memberikan warna tersendiri bagi Transmigrasi Festival.

Pengunjung tidak hanya disuguhi berbagai kegiatan festival, tetapi juga bisa menikmati dan membeli beragam produk lokal yang ditawarkan para pelaku usaha.

Ketua Kadin Sleman, Yudi Prihananta, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempertemukan dunia usaha, masyarakat, pariwisata dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Menurut Yudi, pemilihan Kaliurang sebagai lokasi festival bukan tanpa alasan. Kawasan lereng Merapi memiliki potensi wisata yang kuat dan dapat dikembangkan lebih jauh melalui berbagai kegiatan, termasuk sport tourism.

Karena itu, Transmigrasi Festival 2026 tidak hanya menghadirkan bazar UMKM, tetapi juga Fun Run 6K yang dilaksanakan pada Minggu (23/8/2026).

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menciptakan pergerakan orang sekaligus perputaran ekonomi di kawasan Kaliurang.

Kepala BBPPMT Yogyakarta, Tunggak Santosa, mengatakan semangat yang dibawa dalam festival tersebut adalah memperkenalkan wajah baru transmigrasi kepada masyarakat.

Transmigrasi, kata dia, tidak lagi semata-mata dipahami sebagai perpindahan penduduk. Program tersebut juga berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, penguatan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi lokal dan pembangunan kawasan yang berdaya saing.

Dari lereng Merapi, semangat itu kemudian diterjemahkan dalam bentuk festival yang mempertemukan masyarakat, dunia usaha, pariwisata dan pelaku UMKM.

Bazar UMKM pun menjadi salah satu titik penting dalam festival tersebut. Ketika peserta dan wisatawan berdatangan, pelaku usaha lokal mendapatkan kesempatan untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk mereka.

Dengan konsep tersebut, Transmigrasi Festival 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi meninggalkan dampak nyata bagi masyarakat.

Dari Kaliurang, olahraga, wisata dan UMKM dipertemukan dalam satu ruang untuk mendorong ekonomi lokal sekaligus memperkuat daya tarik kawasan lereng Merapi.

*****

54 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by rasalogi.com