Gerakan Perubahan Menuju Jantung Sehat

Oleh: M. Wisnu Abdul Qodir*

Salah satu organ tubuh manusia yang terpenting adalah jantung. Aktifitas jantung sangat diperlukan oleh tubuh, karena tubuh manusia sangatlah memerlukan hasil dari kinerjanya di setiap detik. Karena organ ini berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dimana darah tersebut sebagai media pembawa nutrisi dan oksigen.

Ketika jantung sudah tidak berjalan dengan normal seperti biasanya, maka akan menyebabkan gangguan bagi kesehatan manusia. Tanpa adanya darah dan kandungan di dalamnya, tidak akan ada metabolisme tubuh (tidak ada kehidupan). Mesti jantug menjadi organ yang paling penting, namun, terkadang kesehatannya sering terabaikan. Misalnya saja, tidak menjaga pola hidup sehat. Seperti tetap mengkonsumsi makanan yang tinggi akan lemak, mengkonsumsi minuman yang berakohol. Bahkan, sudah tidak pernah berolahraga, tapi kerap merokok.

Ciri-ciri jantung sehat itu, dia bisa memenuhi metabolisme dalam tubuh. Dia bisa kita ajak ngapain aja. Di ajak untuk lari kecil, kuat. Sebaliknya, jantung yang tidak sehat itu keluhan utamanya adalah sesak atau sakit dada, cepat capek, terutama saat dipacu oleh aktivitas.

Itu sebenarnya  warning tersendiri bagi kita. Karena kalau jantung kita benar-benar sehat, seharusnya saat kita lari, maka akan baik-baik saja. Kita tidak akan merasakan keluhan yang aneh-aneh, selain terasa agak capek. Mungkin keluhan yang selain itu, agak sulit kalau di deskripsi kan oleh orang yang bersangkutan. Karena ada yang bilang, dadanya sesak, ada yang merasa sakit, ada yang merasa terbakar, merasa capek yang tidak sewajarnya.

Ketika ada kegiatan yang bersifat agak melelahkan atau mendengar suara yang keras-keras, pasti merasakan tidak nyaman. Entah berasal dari sound system maupun suara yang lain, maka akan berdampak secara signifikan dan akan merubah pergerakan denyut jantung. Saat ada suatu kejadian yang tiba-tiba datang begitu saja, maka jantung akan kaget dan akan kewalahan untuk melakukan respon secara sontak, karena kondisi jantung sudah tidak bisa seperti biasanya.

Permasalahan penyakit jantung menjadi penyebab kematian yang paling banyak. Bahkan, disebut juga sebagai pembunuh nomer satu di dunia, terutama jenis jantung koroner. Penyakit jantung sering disandingkan dalam kelompok penyakit jantung dan pembuluh darah.

Banyak anak muda yang baru umur 20 tahun memiliki penyakit jantung. Setelah di cek ke dokter ternyata karena dia perokok aktif. Sebagai masyarakat kalau melihat generasi muda yang sudah terserang oleh penyakit yang berat seperti ini, prihatin.  Memang, mungkin kedengarannya sangat dramatis. Namun, kalau penyakit jantung koroner itu kebanyakan disebabkan oleh gaya hidup seseorang.

Orang yang sudah terkena serangan jantung atau lebih tepatnya jantung koroner sangat sulit disembuhkan. Mereka hanya bisa berangan-angan dan bilang “Coba saja, kalau dulu saya mau mendengar dan berhenti merokok”. Namun, semua itu sudah terlambat. Itu hanyalah sebuah penyesalan dan ratapan belaka yang tiada guna. Oleh karena itu, mencegah datangnya penyakit itu jauh lebih baik dari pada mengobati.

secara umum, usia di bawah umur 40 atau 45 tahun, seharusnya resiko terkena penyakit jantung itu kemungkinannya sangat kecil sekali. Sebenarnya,  konsep penyakit jantung seseorang jika dibenturkan dengan usia sifatnya sangatlah lentur. Maksudnya ialah umur itu tidak begitu bisa berpengaruh. Bisa dilihat dengan kebiasaan seseorang, ada yang sudah berumur 70 an.  Namun, masih sangat aktif jalan santai karena teratur menjalankan pola hidup sehat. Tapi, ada juga yang masih berumur 30 tahun, saat lari bentar sudah capek. Entah badannya sakit, pegal, dan sebagainya. Kita tidak bisa membandingkan secara utuh individu yang bersangkutan. Ada nggak faktor resikonya.

Penyakit jantung koroner ini penyakit tidak menular. Karena yang sangat berpengaruh terhadap terjadinya penyakit tersebut paling banyak adalah faktor gaya hidup. Namun kata orang, gaya hidup seseorang itulah yang bisa menular. Terutama gaya hidup yang tidak sehat itu lebih mudah menular. Sebab, gaya hidup yang tidak sehat itu rata-rata lebih seru dan mengasikkan. Dan salah satu hidup yang tidak sehat secara umum adalah bahaya dari rokok.

Sudak menjadi rahasia umum bahwa di Indonesia jumlah orang perokok menjadi semakin meningkat drastis. Kebanyakan di kalangan remaja sudah menjadi perokok aktif.  Bahkan paling parah lagi, di kalangan anak-anak sudah ada yang menjadi perokok aktif, padahal masih duduk dibangku SD.

Memang benar bahwa orang yang suka merokok itu bisa dipengaruhi oleh beberapa hal. Bisa dari faktor keturunan genetik keluarga yang perokok, lingkungan sekitar, dan teman sepergaulan. Biasanya,  yang menjadi kendala utama adalah dari lingkungan dan kawan sepermainannya. Mereka (yang sudah perokok) sangat berfareasi cara mengajak seseorang untuk ikut merokok. Ada yang dengan cara membujuk atau merayu. Namun, yang sering terjadi ialah dengan cara menantang dan menyindir temannya yang tidak merokok.

Kata-kata yang sering keluar dari mulut mereka ialah “ah, kamu gak laki atau gak jentelmen kalau nggak ngrokok. Cowok kok nggak merokok. Dasar cupu…”

Ok,  mungkin kalau kata-kata yang seperti itu kalau hanya dilontarkan sekali atau dua kali saja, mungkin tidak begitu mempan. Namun, yang terjadi adalah kata-kata tersebut sering dilontarkan setiap kali mereka bersama. Bahkan, lebih parah lagi, ada juga yang sampai memaksa agar seseorang itu mau merokok. Maka dari itu, bagi yang sudah tidak tahan akan olok-olokan dari temannya, akhirnya ia menyerah dan ikut merokok.

Padahal, sudah ada peraturan tentang pelarangan merokok bagi anak di bawah umur. Dalam pasal 25 Peraturan Pemerintah RI nomor 109 tahun 2012, tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan, tercantum pelarangan menjual produk tembakau kepada anak di bawah usia 18 tahun.

Begitu juga dalam pasal 46 yang berbunyi “setiap orang dilarang menyuruh anak di bawah usia 18 (delapan belas) tahun untuk menjual, membeli, atau mengonsumsi produk tembakau. Namun, kenyataan dalam kehidupan sehari-hari hampir semua orang mungkin tidak tahu akan peraturan ini, terutama masyarakat pedesaan. Bisa dibuktikan, semua orang bisa membeli rokok dengan harga yang murah yang beredar di pasaran, warung, dan took-toko secara bebas sebebas-bebasnya. Bahkan, anak kecil sekalipun bisa membelinya.

Jika permasalahan ini dibiarkan begitu saja, maka akan berdampak sangat tidak baik. Pemuda merupakan generasi penerus masa depan bangsa. Jika kesehatan para pemuda sudah pada tercemar oleh asap rokok, maka logikanya “lantas mau di kemanakan negeri ini?” 

Oleh karena itu, peran keluarga untuk mengantisipasi perokok dari kalangan para pemuda, tarutama anak-kecil sangatlah diperlukan. Selain itu, seharusnya pemerintah atau menteri yang bersangkutan lebih sigap akan hal ini. Memberikan sangsi yang tegas terhadap orang yang melanggar peraturan, supaya peraturan tidak dilanggar terus-menerus dan di taati sebagaimana mestinya.

Tidak hanya itu saja, perlu adanya pola hidup sehat, dengan cara mengonsumsi makanan dan minuman sehat yang kaya akan gizi sekaligus mengandung nutrisi yang tepat, Bisa juga dengan makan yang rendah lemak dan kolesterol yang memperburuk kesehatan jantung. Seperti halnya Outmil. Kacang almond. Tahu, Brokoli, Tomat, Pepaya, dan lainnya, serta tidak tidak kalah penting lagi untuk mengawasi atau cek tekanan darah dan teratur olahraga. Wallahu’alamu bi al-Shawab. (*)

*Penulis adalah Mahasiswa Akuntasi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.