Digitalisasi Marketing Untuk Memperkuat UMKM di Tengah Pandemi

Oleh : Agung Setiawan*

Ketidakpastian berakhirnya wabah pandemi  covid-19,  membuat masyarakat makin terus dihantui oleh kecemasan  dalam menghadapi ancaman yang akan terjadi terutama dalam perekonomian yang terganggu bahkan terancam mengalami kelumpuhan baik aktivitas perekonomian skala kecil maupun besar.

Salah satunya perkembangan ekspor-impor yang terus mengalami penurunan. Badan Pusat Statistik(BPS) mencatat kinerja ekspor Mei 2020 sebesar US US$10,53 miliar, atau turun 28,95 persen secara year-on-year (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya, yang senilai US$14,83 miliar. Sementara itu, realisasi impor  Mei 2020 mengalami penurunan 42,20 persen secara tahunan menjadi US$8,44 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang senilai US$14,61 miliar. Impor pada Mei 2020 yang mencapai US$8,4 miliar menjadi yang terendah sejak 2009. Mengutip ekonomi.bisnis.com(15/6/2020).

Dampak dari menurunya ekspor tidak sedikit membuat lesu pelaku UMKM Indonesia, padahal dilansir dari databoks.co.id, UMKM berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto(PDB). Menyumbangkan 8.573,9 triliun atau mencapai 57,8% terhadap PDB. (20/5/2020). Hal ini menandakan bahwa sangat pentingnya peran UMKM dalam suatu negara karena pelaku bisnis ini bergerak pada berbagai bidang yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Lantas dikala pandemi ini, banyak pelaku UMKM semakin terpuruk karena setiap negara telah membatasi semua lalu lintas aktivitas perdagangan barang dunia sehingga semakin sedikit pula produktivitas yang dihasilkan. Melihat kondisi itu maka dalam menyelesaikan persoalan tersebut diperlukannya jalan keluar sekreatif mungkin dan semangat dalam melewati tantangan kondisi tersebut.

Media sosial

Dalam mengambil sikap untuk mendorong UMKM agar dapat terus bertahan dan bangkit salah satunya yang dilakukan pemerintah adalah dengan memberikan bantuan modal terhadap para pelaku UMKM. Melansir dari mediaindonesia.com, dalam pernyataan resminya, Presiden Jokowi memutuskan total tambahanbelanja dan pembiayaan APBN tahun 2020 untuk penanganan Covid-19 adalah sebesar Rp405,1 Triliun. Dan kemudian sebesar Rp 150 triliun untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional termasuk restrukturisasi kredit serta penjaminan dan pembiayaan dunia usaha khususnya terutama usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah.(11/5/2020).

Kesempatan inilah yang seharusnya dimanfaatkan oleh pelaku usaha juga masyarakat untuk ikut membantu roda perekonomian dalam bidang UMKM. walaupun banyak UMKM yang mengalami penurunan produktivitas namun bukanlah menjadi alasan untuk terus mengeluh tanpa mencari celah keluar untuk tetap semangat dan survive dari situasi pandemi ini.

Apalagi di era globalisasi sekarang ini dengan ditandai adanya kemajuan dibidang teknologi. Akses mendapatkan informasi, mencari pengetahuan dan wawasan kian tambah mudah dimanapun dan pada saat apapun kita berada.

Maka dari itu,salah satu kunci sukses UMKM dimasa pandemi adalah  menggunakan digitalisasi marketing. Upaya pemasaran menggunakan perangkat elektronik/internet dengan beragam strategi dan media digital dapat berkomunikasi dengan calon konsumen yang banyak menghabiskan waktu di online.

Media sosial terbukti mampu mendorong UMKM tersebut kian dikenal. Ada beragam akses yang dapat menambah daya minat konsumen seperti website, blog, intragram, whatsapp, Line, dsb. Ditambah masyarakat era sekarang  tidak lagi GAPTEK terhadap setiap perkembangan dan perubahan model atau trend.

pengaruh nyata pola digitalisasi membantu kemajuan UMKM adalah seperti yang dicontohkan langsung oleh oleh Gubernur Jawa tengah, Ganjar Pranowo menyediakan ‘Lapak Ganjar’ di Instragram. Ganjar membantu pelaku UMKM di Jateng memasarkan prduk mereka melalui akun Instragramnya. Memang tidak semua produk UMKM di Jateng serta-merta di pajang di Lapak Ganjar. Sebab,Ganjar menginginkan pelaku UMKM untuk aktif membuat foto foto semenarik mungkin agar lebih potensial memikat pembeli. Dan salah satu kisah sukses dari Lapak Ganjar adalah teri bawang goreng yang diproduksi pelaku UMKM di Blora, pembuatnya mengaku omzetnya tiba-tiba naik setelah di upload di Lapak Ganjar. Jpnn.com(13/8/2020). Apalagi misalkan semua politisi ikut berpartisipasi layaknya bapak ganjar justru akan menambah daya tingkat pembelian.

Disamping itu, kehadiran mahasiswa  juga ikut berperan penting dalam memajukan UMKM didaerah masing masing. Dengan  membuaat kelompok kecil-kecilan disekeliling tempat tinggal dan melatih masyarakat untuk membuat suatu yang dapat menambah pendapatan masyarakat ataupun membantu pelaku UMKM di sekitar. Berbekal ide, gagasan ditambah networking yang seharusnya dimiliki mampu menjadikan harapan “keoptimisan” bagi kemajuan perekonomian Indonesia di bidang UMKM.

Wallahu’alam bi asShawab

*Mahasiswsa KKN RDR 75 UIN Walisongo Semarang & Prodi Ekonomi Islam UIN Walisongo Semarang 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by rasalogi.com