Menuju Universitas Kelas Dunia, Peneliti UP 45 Berhasil Jadi Peserta Bergen Summer Research School 2021

YOGYAKARTA – Peneliti muda Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta (UP 45), Sari Amelia berhasil mengikuti Bergen Summer Research School (BSRS) 2021. 

Direktur Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Proklamasi 45 (UP45) Rr.Putri Ana Nurani,SS,MM mengungkapkan, prestasi yang diraih Sari Amelia menunjukkan bahwa UP 45 yang memiliki motto “The University of Petroleum” sudah siap menuju universitas kelas dunia (world class university).

Menurut Putri, Bergen Summer Research School (BSRS) diselenggarakan sejak 2008 melalui kerja sama beberapa institusi seperti NHH Norwegian School of EconomicsWestern Norway University of Applied SciencesChr. Michelsen Institute, dan NORCE Norwegian Research Center AS dibawah koordinasi University of Bergen,

“Kegiatan ini diadakan setiap tahun dan diikuti oleh sekitar 100 kandidat doktor (PhD) dari seluruh dunia,” tuturnya, Sabtu (03/07/2021).

Menurut Putri yang juga Sekretaris Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, pelaksanaan BSRS 2021 diadakan sejak 7 hingga 17 Juni 2021 secara virtual menggunakan media virtual space ataupun perangkat online webmeeting, seperti Zoom,

“Ini dikarenakan pandemi global, sejak 2020, kegiatan BSRS yang biasanya diadakan di University of Bergen (Norwegia) terpaksa dialihkan mode penyelenggaraannya menjadi virtual,” terang Putri.

Putri menjelaskan, ada enam topik pilihan dalam BSRS. Yaitu, Sustainable development of life below water; Corruption: research, regulation and governance; Internationalizing higher education; Reproductive health: gendered and local-global dynamics; Inequality, intergenerational mobility and early childhood, dan Psychological and social science perspectives on climate change.

Diungkapkannya, untuk menembus BSRS tidaklah mudah. Salah satu syarat untuk menjadi peserta BSRS adalah seorang kandidat doktor (PhD) ataupun telah menyelesaikan pendidikan doktornya. Pendaftaran dibuka sejak bulan Desember dan informasi mengenai peserta yang lolos seleksi akan diumumkan pada bulan Februari tahun berikutnya. Sehingga, kata Putri, para peserta BSRS 2021 merupakan peserta yang melakukan registrasi sejak Desember 2020,

“Selain itu, peserta juga harus memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik dan ditunjukkan oleh nilai skor TOEFL/IELTS. Calon peserta yang telah memiliki publikasi internasional yang terindeks di Scopus dan aktif di organisasi biasanya akan memiliki peluang yang lebih besar untuk lolos mengikuti kegiatan ini. Apabila lolos, para peserta biasanya disediakan stipend yaitu semacam beasiswa untuk mengikuti BSRS di Norwegia. Para peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan juga akan mendapatkan nilai yang diakui sistem kredit Eropa (ECTS),” bebernya.

Putri menilai BSRS sangat bermanfaat, terutama untuk memperluas pengetahuan tentang isu-isu global yang sedang menjadi perhatian. Selain itu, dari kegiatan ini, peserta juga akan dapat memperluas jejaring dalam dunia penelitian internasional dan belajar bagaimana mengkomunikasikan pemikirannya dengan baik di antara para peserta lain yang berasal dari seluruh dunia.

Sementara itu, Sari mengatakan, penelitian yang dilakukan mempelajari mengenai aspek pemangku kepentingan, kebijakan serta faktor-faktor kritis dalam pembongkaran anjungan struktur migas lepas pantai. Selain itu, dalam penelitian yang dilakukan juga menganalisis perbandingan praktik industri terkait penyelesaian masalah manajemen aset dalam pembongkaran anjungan struktur migas lepas pantai, dengan studi kasus yang sama di Malaysia, Teluk Meksiko (Amerika Serikat), serta Australia,

“Pada saat melakukan registrasi BSRS 2021, saya mengajukan penelitian saya mengenai pembongkaran anjungan struktur migas lepas,” ungkap Sari. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.