Ini, Kronologis Nyaris Hilangnya Puluhan Siswa Versi Sang Pemandu Outbond


Siswa siswi usai ditemukan dan dievakuasi warga. Foto/aditya

GUNUNGKIDUL - Penanggungjawab outbound SMA Negeri 1 Wonosari Yery Mias, membeberkan kronologis tragedi nyaris hilangnya puluhan anak didiknya, Sabtu (28/12/2013).
"Dalam outbound tersebut kami mengajak teman dari SAR DIY sebanyak empat orang dan dua puluh dua panitia lain termasuk saya," kata Yery kepada Jogjakartanews.com melalui sambungan telepon.

Yery menjelaskan, kejadian itu bermula karena jadwal rafting mundur. Sehingga saat menyusuri sungai sudah terlalu gelap. Sementara saat melakukan penyusuran menggunakann perahu, banyak perahu yang tersangkut batu.

"Sehingga kegiatan itu jadi molor. Karena sudah gelap saya menyarankan semua murid untuk bersandar mencari daratan," ungkapnya.

Yery mengatakan, sebanyak tiga puluh delapan muridnya tersebut kemudian mencari akses jalan terdekat menuju bascamp. Karena mengalami miskomunikasi antarpanitia di lokasi dan bascamp, Yery kemudian melakukan penyisiran di sepanjang sungai untuk mengevakuasi muridnya dibantu warga sekitar.

"Tidak ada apa-apa semuanya berjalan aman. Sekitar pukul 19.00 itu semua murid sudah berhasil dievakuasi," akunya.

Yery menyangkal adanya reaksi yang dinilai berlebihan dari sejumlah pihak. Karena kegiatan tersebut tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Bahkan peserta outbound juga mengaku kaget banyak pihak yang mendatangi sekolahan.

"Siswa justeru kaget, orang mereka itu tidak kenapa-kenapa. Siswa masih bernyanyi-nyanyi seperti biasa," katanya.

Tetapi, Yery selaku penanggungjawab kegiatan tersebut meminta maaf kepada masyarakat Gunungkidul karena telah membuat khawatir. Pihaknya juga telah menjelaskan kronologis kejadian tersebut kepada wali murid.

"Saat penerimaan raport tadi, saya selaku penanggungjawab telah menjelaskan secara detail kepada wali murid. Saya pribadi juga telah meminta maaf," tambahnya. (dit)

Redaktur: Azwar Anas

 

 


 





Baca Juga