Rabu, 19/02/2014 09:11 WIB | Dibaca: 612 kali

Dewan Kunker ke Bali saat Persoalan Vulkanik Belum Beres


doc.istimewa

GUNUNGKIDUL - Jabatan dewan akan segera digeser pada pemilu legislatif 9 April mendatang anggota DPRD Gunungkidul dinilai tidak lagi peduli terhadap masyarakat. Sebab Pemerintah DIY masih menetapkan status tanggap darurat akibat abu vulkanik, dewan justru kunker ke Bali gunakan bus.

Aktivis Aliansi Masyarakat Untuk Transparansi, Gunungkidul, Rino Caroko mengatakan, agenda kunker dewan saat masyarakat tengah disibukan abu vulkanik dampak letusan Gunung Kelud tidak tepat. Sehingga dewan dinilai meninggalkan masyarakat saat Gunungkidul merasakan dampak bencana letusan Gunung Kelud.

"Kalau masyarakat saja lagi diterpa bencana sebagai wakil rakyat malah meninggalkan, itu namanya dewan tidak lagi peduli dan tidak memiliki rasa empati kepada warganya sendiri," ungkapnya ketika dihubungi wartawan, Rabu (19/2).

Terpisah, Ketua DPRD Gunungkidul Budi Utama mengatakan, anggota dewan melakukan kunker ke Bali mengenai lima Raperda terdiri dari, pariwisata, pertanian, perikanan dan kelautan, serta Raperda perdagangan umum dan jasa. Keberangkatan juga terpaksa menggunakan bus karena belum beroperasinya bandara Adi Sutjipto.

"Kita akan di sana selama tiga hari," katanya singkat ketika dihubungi wartawan. (dit)

Redaktur: Azwar Anas


 





Baca Juga