Sabtu, 08/03/2014 20:44 WIB | Dibaca: 1952 kali

Kekerasan Terhadap Perempuan Mencapai 279.760 Kasus


Purwandari dengan kelompok perempuan Sosromenduran. Foto/azwar

YOGYAKARTA - Berdasarkan data statistik catatan tahunan dari Komisi Nasional (Komnas) Perempuan tahun 2013, terdapat 279.760 kasus Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP). Hal ini yang menjadi salah satu batu pijakan dalam aksi yang dilakukan oleh Lingkar Advokasi untuk Perempuan (Link-AP), yang merupakan jaringan penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Advokasi di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta di sekitaran Tugu Yogyakarta, Sabtu (08/3) siang.

Aksi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (IWD). Maria Sucianingsih, mewakili massa aksi mengatakan, mereka mengajak para pemilih, tak hanya perempuan, untuk memilih caleg-caleg yang dinilai memperjuangkan hak-hak perempuan.

"Kami menyadari bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan hingga saat ini terus meningkat. Keadilanpun masih belum berpihak pada perempuan," ujarnya seusai aksi.

Untuk itu, lanjut Suci, kami mempunyai tuntutan; mendesak agar disahkannya RUU Kesetaraan Gender (RUU KG), pelaku perkosaan di hukum berat, harus adanya Undang-Undang khusus tentang Kekerasan Seksual serta mendorong pemerintah menjamin pemenuhan 12 Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan. "Karena mereka (perempuan-red) yang cukup rentan terhadap kekerasan."

Salah seorang Caleg perempuan, DPRD Kota Yogyakarta Dapil 3 yang aktif menyuarakan aspirasi perempuan, Purwandari menilai, pemerintah kurang memperhatikan nasib perempuan. Purwandari yang juga aktif di gerakan-gerakan sosial berbasis perempuan mengatakan hanya perempuan yang mengerti perempuan.

"Pemerintah harusnya membekali perempuan dengan pengetahuan-pengtahuan akan hak perempuan. Biar bagaimanapun jangan sampai maniset perempuan sebagai mahluk kedua setelah laki-laki itu berkembang pesat di masyarakat," ujarnya Sabtu (08/3).

Purwandari meminta pemerintah segera menyelesaikan kasus kekerasan terhadap perempuan yang masih mengambang. (adv)

Redaktur: Azwar Anas

 

 


 





Baca Juga