Sabtu, 15/03/2014 12:33 WIB | Dibaca: 2435 kali

Apa Jadinya jika Petani Diangkat Menjadi PNS?


Konsep PNT Haryono Isman didukung oleh beberapa profesor dari UGM. Foto/Azwar Anas

SLEMAN - Program Pegawai Negeri Tani (PNT) yang dicetuskan oleh Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998) Haryono Isman, mendapat respons postif dari sejumlah profesor di UGM.

Ahli ekonomi UGM, Prof. Gunawan Sumodiningrat menilai, petani Indonesia harusnya mendapatkan penghormatan yang tinggi. Pasalnya petani pernah menyelamatkan krisis perekonomian yang terjadi di Indonesia. "Selama ini petani kurang diperhatikan nasibnya sehingga mengalami penurunan jumlah," katanya Sabtu, (15/03/2014).

Sementara, ahli pertanian UGM, Prof. Ir. Tribowo Yuono, Ph.D., mengungkapkan petani di Indonesia masih ditempatkan sebagai objek bukan subjek kebijakan. Padahal posisi petani sangat strategis untuk menunjang kesejahteraan Indonesia.

Oleh karena itu, Tribowo sepakat jika petani diangkat statusnya menjadi Pegawai Negeri Sipil lewat program PNT. "Saya sepakat dengan program PNT, dengan itu minat menjadi petani akan tinggi," ujarnya.

Tribowo menambahkan dalam prpgram PNT, petani akan memperoleh jaminan keejahteraan dari negara dalam bentuk penghasilan tetap. Selain itu, petani akan mempunyai kepastian penghasilan yang diharapkan mampu memacu produktivitas.

"Serupa PNS, bedanya dalam hal penetapan berdasarkan kriteria, klasisfikasi, dan parameter tertentu layak tidaknya petani menjadi PNS," pungkasnya. (war)

Redaktur: Rudi F

 

 


 





Baca Juga