Sabtu, 15/03/2014 14:38 WIB | Dibaca: 1154 kali

Pos Lantas Jadi Sasaran Vandalisme, Polisi Belum Mengusut


Pos Lantas perempatan Monjali jadi sasaran vandalisme. Foto: Baharuddin Kamba

SLEMAN - Aksi vandalism dengan mencorat-coret dinding di ruang publik, kian marak di Sleman dan Yogyakarta. Bahkan, tak hanya dinding atau tempok milik masyarakat, dinding luar Pos Polisi juga banyak menjadi sasaran para vandalis (pelaku vandalism, red). Aksi yang mengancam keindahan lingkungan itu juga nampak di Pos Polisi Lalu Lintas (Pos Lantas) Perempatan Monumen Jogja Kembali (MONJALI). Terlihat jelas coretan dengan tulisan SEPASI (dengan huruf S yang kedua, terbalik).

Saat ditemui di Pospol, salah satu anggota Polantas, Yuli dari POLSEK Ngaglik, Sleman, mengatakan bahwa coretan itu sudah lama diketahui namun hingga saat ini belum dibersihkan.

"Setahu saya coretan itu sudah lama saya lihat tapi hingga hari ini belum dibersihkan, padahal pengecetan pos polisi lalu lintas ini terbilang baru dicat," ujar polisi yang berpangkat BRIPKA ini, Sabtu (15/03/2014).

Anggota lainnya Supriyanto menambahkan, terkait aksi vandalism tersebut pihaknya belum melakukan penyelidikan siapa pelakunya. Sebab, kata Supriyanto, saat ini polisi sedang fokus pada pengamanan kampanye PEMILU Legislatif yang menurut jadwal kampanye terbuka dimulai besok (16/3/2014). Untuk kasus vandalisme, kata dia, pihaknya belum melakukan penyelidikan mendalam.

"Kita lebih konsentrasi pada pengamanan kampanye 'PILEG' agar berjalan dengan lancar dan damai," tegas Yuli yang masuk BINTARA melalui POLDA DIY tahun 2001 dan sempat sebagai anggota Perintis Sabhara pada POLRES Sleman ini.

Di sisi lain, saat ditanya soal tindakan apa yang harus dilakukan jika ada peserta konvoi kampanye yang menggunakan sepeda motor dengan knalpot 'blombongan' Yuli mempersilahkan menanyakan langsung hal tersebut kepada KASATLANTAS POLRES Sleman.

"Soal tindakan apa yang dilakukan saat ditemukan ada peserta konvoi kampanye nanti yang terbukti menggunakan knalpot 'blombongan', silahkan tanya ke KASATLANTAS saja, beliau yang lebih berwenang," ujar dia.

Kontributor : Baharuddin Kamba
Redaktur : Rudi F

 


 





Baca Juga