Jumat, 06/06/2014 12:40 WIB | Dibaca: 891 kali

Jend Purnawirawan TNI Luhut Panjaitan Minta TNI Harus Netral


Purnawirawan TNI, Jendral Luhut Binsar Panjaitan. Foto/Azwar

YOGYAKARTA - Netralitas TNI-Polri jelang pelaksanaan pemilihan presiden 2014 memang masih menjadi pertanyaan serius, karena sebelumnya Presiden SBY menerima informasi bahwa ada sejumlah perwira tinggi aktif yang berpihak kepada partai politik tertentu untuk mendukung salah satu pasangan capres-cawapres.

Akan tetapi, hingga hari ini siapa TNI yang terlibat dalam perpolitikan yang dimaksud itu tidak disebut secara jelas.

Terkait hal itu Purnawirawan TNI, Jendral Luhut Binsar Panjaitan menegaskan dan meminta kepada perwira TNI aktif untuk bersikap netral jelang Pemilihan Presiden 9 Juli 2014. "Saya minta perwira TNI aktif untuk bersikap netral"Ujarnya Jum'at (6/6/2014) di Ponpes Al-Islam Yogyakarta.

Mantan Menteri Perindustrian di era Presiden Abdurrahman Wahid itu juga meminta agar pihak sipil tidak memancing-mancing perwira TNI atau Polri yang masih aktif untuk berpolitik. Sebab, anggota TNI dan Polri wajib bersikap netral dan tidak berpihak pada kelompok politik tertentu.

"Masyarakat sipil juga jangan mencoba memancing dan menggoda TNI aktif untuk terlibat dalam politik," jelas Mantan politisi Golkar.

Lebih lanjut ia menjelaskan jika terbukti perwira aktif ada yang terlibat dalam situasi politik maka pihaknya akan melaporkan hal ini kepada panglima TNI untuk menindak tegas. " Karena Saya sebagai mantan TNI ingin TNI itu bersikap netral tidak memihak ke kubu politik manapun"tegasnya.

Dewan Pengarah Tim Nasional Kampanye Jokokowi-Jk ini mengaku telah mendapatkan laporan-laporan tekait ketidaknetralan sejumlah TNI, namun ia menyatakan bahwa laporan itu masih perlu di verifikasi ulang. "Jika laporan itu benar tentunya hal ini akan mencederai TNI," jelasnaya. (war)

Redaktur: Azwar Anas

 

 


 





Baca Juga