Selasa, 14/10/2014 21:29 WIB | Dibaca: 2572 kali

MEA 2015 Diharapkan Bisa Menjadi Pemersatu Politik Indonesia


doc/istimewa/hmi

PALANGKARAYA - Pasar Bebas ASEAN atau yang dikenal Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) resmi akan berlaku tahun 2015 mendatang. Namun beberapa kendala dinilai bisa menjadikan Indonesia kalah dalam persaingan ekonomi tersebut, diantaranya minimnya sosialisasi dan kondisi politik dalam negeri yang masih dalam hiruk pikuk pergantian pemerintahan. Namun demikian, pertarungan di pasar bebas ASEAN ini bisa menjadi pemersatu politik Indonesia.

“Saya yakin tidak satupun pemimpin (pusat-daerah), pimpinan parpol, anggota DPR, DPD, MPR, dan lain-lain yang ingin Indonesia jadi pasar empuk dalam Pasar Bebas ASEAN" kata Hariqo Wibawa Satria dari Komunitas Peduli ASEAN (@ASEANcom2015) saat memberi materi dalam Seminar ASEAN Unity yang digelar oleh Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam dan HMI Cabang Palangkaraya di Aula Jayangtingang, kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (13/10/2014).

Kegiatan ASEAN Unity tersebut juga didukung oleh Pemerintahan Kota Palangkaraya dan Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam siaran Pers PB HMI yang diterima jogjakartanews.com, Selasa (14/10/2014), dalam kesempatan tersebut Hariqo Wibawa juga meminta agar anak-anak muda Indonesia memenangkan Indonesia dalam kompetisi MEA 2015.

“Caranya mudah, mari gunakan sosial media (Medsos) untuk mempromosikan produk UMKM, Pariwisata Indonesia, gunakan juga untuk mengawasi berbagai perundingan” jelasnya di forum yang dihadiri 150 orang perwakilan dari Badko HMI seluruh Indonesia, Cabang-Cabang sekalimantan dan beberapa BEM se-kalimantan.

Sementara pembicara lainnya Mayuzar Adamy dari Kementrian Luar Negeri (Kemenlu RI) menyatakan peran mahasiswa sangat penting dalam sosialisasi Komunitas ASEAN.

“Kemenlu tidak bisa bergerak sendirian, kita harus melakukan total diplomasi,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Bidang Hubungan Internasional PB HMI, Ahmad Tantawi menjelaskan bahwa Workshop ini sengaja diadakan agar anak-anak muda lebih melihat keluar (outward looking) dan sadar bahwa pertandingan kualitas antar pemuda di ASEAN semakin keras.

“Oleh karenanya peran pemuda dalam menghadapi MEA 2015 sangat diperlukan,” pungkasnya. (lia/kontributor)

Redaktur: Rudi F

 

 


 





Baca Juga